Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Optimalkan Rekomendasi BBM Nelayan Bersubsidi via Digital, Ini Tujuan Pemko Banda Aceh

”Dengan beralih ke aplikasi XSTAR, kita memangkas birokrasi yang panjang. Tujuan utama kita adalah memberikan kepastian bagi nelayan agar kuota BBM...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/DOK. PEMKO BANDA ACEH 
Nelayan saat mengurus rekomendasi BBM bersubsidi di Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh mengoptimalkan penggunaan aplikasi XSTAR (Sistem Digital Surat Rekomendasi) untuk penerbitan rekomendasi BBM subsidi jenis Solar (JBT) bagi nelayan.
  • Program ini bagian dari transformasi digital pelayanan publik Pemko Banda Aceh, memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
  • Sasaran utama adalah nelayan kecil pemilik kapal di bawah 30 GT.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh melalui Bidang Perikanan mengoptimalkan penggunaan aplikasi XSTAR (Sistem Digital Surat Rekomendasi), dalam proses penerbitan rekomendasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan di wilayah Kota Banda Aceh.

​Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, guna memastikan penyaluran BBM jenis Solar (JBT) tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Sistem ini menyasar para nelayan kecil pemilik kapal di bawah 30 Gross Tonnage (GT) yang menjadi tulang punggung sektor perikanan kota.

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar SSos MSi mengatakan, implementasi aplikasi XSTAR ini adalah solusi atas tantangan distribusi subsidi yang selama ini dilakukan secara manual. ​

”Dengan beralih ke aplikasi XSTAR, kita memangkas birokrasi yang panjang. Tujuan utama kita adalah memberikan kepastian bagi nelayan agar kuota BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak,” ujar Iskandar dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

​Penerapan sistem digital ini memiliki tujuan strategis untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan kuota di lapangan.

Selain itu, sinkronisasi data dengan BPH Migas secara real-time memungkinkan pemantauan stok yang lebih efektif di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

​Manfaat langsung penerapannya yang dirasakan nelayan Banda Aceh di antara efisiensi waktu.

Proses verifikasi dan penerbitan rekomendasi menjadi lebih cepat karena sistem yang terautomasi. ​

Kemudian kemudahan akses karena nelayan akan mendapatkan QR Code yang memudahkan transaksi di SPBUN tanpa perlu membawa banyak dokumen fisik setiap kali melakukan pengisian. ​

Baca juga: Aturan Baru Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Diatur Berdasarkan Jenis Kendaraan

Kepastian Operasional:

Dengan kuota yang terdata rapi, nelayan memiliki jaminan ketersediaan bahan bakar untuk melaut, yang secara langsung mendukung stabilitas ekonomi keluarga nelayan.

​Kepala Dinas juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi bagi para nelayan.​

”Kami mengimbau para nelayan untuk memastikan dokumen kapalnya tetap aktif. Digitalisasi ini bukan untuk mempersulit, justru untuk melindungi hak nelayan kecil di Banda Aceh agar produktivitas hasil tangkapan mereka terus meningkat tanpa terkendala masalah bahan bakar,” ucap Iskandar.

“​Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok nelayan agar proses adaptasi terhadap aplikasi XSTAR ini berjalan lancar di seluruh pangkalan pendaratan ikan di Banda Aceh,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved