Berita Bireuen
Tebing Sungai Krueng Tingkeum Kutablang Bireuen Masih Longsor, Warga Harap Dibangun Tanggul
Kondisi tebing sungai di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang dihantam banjir akhir November lalu, tak hanya rusak
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Erosi tebing sungai di Desa Tingkeum Manyang terus meluas pascabanjir 2025, mengancam rumah warga dan fasilitas umum.
- Belasan rumah hilang, jalan putus, serta bangunan Dayah Nurul Fata sebagian sudah jatuh dan terancam ambruk.
- Warga mendesak pemerintah segera membangun tanggul untuk mencegah longsor dan melindungi permukiman dari ancaman lanjutan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kondisi tebing sungai di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang dihantam banjir akhir November lalu, tak hanya rusak dan menghilangkan belasan rumah saat itu saja.
Namun, hingga kini kini ketika hujan turun dan air sungai deras, maka semakin erosi dan masih terjadi longsor.
Masyarakat setempat masih cemas karena ancaman itu terus membayangi pemukiman mereka.
Pemerintah diharapkan segera membangun tebing sungai di sepanjang kawasan tersebut untuk mencegah erosi maupun longsor yang terus meluas.
Hal tersebut seperti disampaikan Keuchik Tingkeum Mayang, Ir Mawardi kepada Serambinews.com, Jumat (3/4/2026).
Mawardi menyebutkan saat banjir bandang akhir November 2025 lalu, belasan rumah dekat aliran sungai ambruk dan lokasi rumah juga hilang termasuk sebagian tanah kuburan umum juga telah amblas ke sungai.
Baca juga: JKA 2026: Di Antara Rasionalitas Kebijakan dan Nurani Keadilan Sosial
Selain itu, ruas jalan mulai dari dekat jembatan Kutablang hingga ke Babah Suak tidak ada lagi, sehingga akses darat terputus.
Warga sangat berharap adanya pembangunan tanggul atau penguatan tebing sungai untuk mencegah perluasan erosi yang mengancam keselamatan dan tempat tinggal mereka.
“Kami mengharapkan pemerintah untuk segera membangun tanggul sungai di Desa Tingkeum Mayang dan beberapa desa lainnya di sepanjang sungai, karena saat hujan turun erosi terus meluas mengancam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Walaupun banjir bandang sudah empat bulan lalu, Desa Tingkeum Mayang masih terancam erosi sungai.
Banyak rumah yang masih rawan jatuh, sebagian bangunan seperti Dayah Nurul Fata di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Bireuen sudah jatuh ke sungai saat banjir bandang akhir November lalu dan kemungkinan akan ambruk lagi.
Sebagian bangunan konstruksi dua lantai memanjang timur barat, pada ujung sebelah barat sudah jatuh ke sungai, bangunan tergantung dan terancam ambruk.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT April Kapan Cair? Ini Cara Lengkap Cek Penerima Lewat Cekbansos Kemensos
Sedangkan beberapa bangunan lainnya yang konstruksi dua lantai juga terancam ambruk.
Dayah tersebut berada di sebelah utara dekat jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, lokasinya tidak begitu jauh dari jembatan tersebut.
| Catat! Keuchik Bertanggung Jawab Penuh Membantu Petugas Verifikasi Korban Banjir |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Relaunching Gedung AMANAH di Ladong Aceh Besar |
|
|---|
| Dua Imum Mukim di Gandapura Bireuen Dilantik, Ini Pesan Camat |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tegaskan Pendataan Rumah Rusak Harus Akurat dan Adil |
|
|---|
| Usai Direndam Banjir, Siswa SMKN 1 Peusangan-Bireuen Belum Belajar Praktik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/erosi-di-tingkeum.jpg)