ODGJ Mengamuk Lukai Nenek Kandung hingga Bersimbah Darah di Banda Aceh
“Melukai ibu kandungnya sampai bersimbah darah, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pertamedika untuk mendapatkan pengobatan,” jelas Rizal.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Personel Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, dibantu Bhabinkamtibmas dan Polsek Luengbata, mengamankan seorang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Gampong Panteriek, Kecamatan Luengbata, pada Rabu (1/4/2026).
- Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi menjelaskan, ODGJ tersebut diamankan dan dibawa ke RSJ Aceh usai mengamuk dan melukai ibu kandungnya sendiri.
- Personel di lapangan langsung melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan, guna mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh, dibantu Bhabinkamtibmas dan Polsek Luengbata, mengamankan seorang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Gampong Panteriek, Kecamatan Luengbata, pada Rabu (1/4/2026).
Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi menjelaskan, ODGJ tersebut diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh usai mengamuk dan melukai nenek kandungnya sendiri.
“Melukai nenek kandungnya sampai bersimbah darah, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pertamedika untuk mendapatkan pengobatan,” jelas Rizal.
Dikatakan, personel di lapangan langsung melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan, guna mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Pihaknya juga berhasil mengevakuasi ODGJ tersebut ke RSJ untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: ODGJ di Banda Aceh Mengamuk Lukai Nenek Kandung hingga Bersimbah Darah
Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh itu menegaskan, meskipun evakuasi ODGJ sudah menjadi agenda rutin, ia tetap meminta seluruh personel untuk selalu waspada dan hati-hati dengan segala kemungkinan di lapangan.
Rizal secara khusus mengingatkan jajarannya untuk berkaca pada insiden tragis yang baru-baru ini terjadi di Kebumen, Jawa Tengah.
“Kita harus belajar dari kasus yang terjadi di Kebumen baru-baru ini, di mana seorang rekan kita anggota Satpol PP harus kehilangan nyawa akibat dibacok oleh ODGJ saat sedang menjalankan tugas,” ujarnya.
Dikatakan, faktor keselamatan petugas adalah prioritas utama.
“Pendekatan persuasif memang diutamakan, namun kewaspadaan diri terhadap potensi bahaya yang tidak terduga harus tetap di tingkat tertinggi,” pungkasnya.
Baca juga: Mengamuk, Seorang ODGJ di Banda Aceh Ditertibkan Satpol PP-WH
Tingkat Patroli Penegakan Syariat
Terpisah, personel Satpol PP-WH Kota Banda Aceh juga terus memperketat pengawasan syariat di kawasan wisata pasca-lebaran Idulfitri 1447 Hijiriah.
Terbaru, petugas WH melakukan patroli rutin di sepanjang Jalan Ulee Lheue dan Gampong Jawa, pada Kamis (2/4/2026).
Dalam giat ini, personel memberikan teguran dan pembinaan kepada pasangan bukan mahram, demi menjaga kesucian nilai-nilai syariat Islam di Kota Banda Aceh.
“Petugas memberikan teguran kepada pasangan yang bukan mahram sebagai bentuk pembinaan dan penegakan syariat Islam,” tutupnya.(*)
| Jelang Penyesuaian JKA 1 Mei, Warga Ramai-ramai Urus Sanggahan Desil, Operator Gampong Kewalahan |
|
|---|
| Bikin Terenyuh! Seorang Ibu di Banda Aceh Terpaksa Telepon Polisi Ngaku KDRT Gegara Kelaparan |
|
|---|
| Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini, Murid TK RUMAN Aceh Dikenalkan Profesi Pemadam Kebakaran |
|
|---|
| Dua Oknum Polisi di Jambi Dipecat dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja, Tertunduk Saat Upacara PTDH |
|
|---|
| Jangan Kaget Sirene Bakal Meraung di Banda Aceh Minggu Ini, Tanda Puncak HKB 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhammad-Rizal-Kasatpol-PP-dan-WH-Kota-Banda-Aceh-BNA.jpg)