Gayo Lues
Berdirinya Jembatan Darurat di Pining Menjadi Bukti Polri Hadir di Tengah Kesulitan Warga
Di saat harapan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, nyaris tenggelam bersama derasnya arus sungai pascabanjir bandang...
Ringkasan Berita:
- Marzuki Ali Basyah menginisiasi pembangunan jembatan darurat di Kecamatan Pining, Gayo Lues, guna mengatasi keterisolasian warga pascabanjir bandang.
- Jembatan tersebut kini telah rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat, sehingga akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas kembali normal.
- Kehadiran jembatan ini menjadi simbol kepedulian dan kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam memulihkan kehidupan warga.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN - Di saat harapan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, nyaris tenggelam bersama derasnya arus sungai pascabanjir bandang beberapa bulan lalu, sebuah kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.
Jembatan darurat yang dibangun tidak terlepas dari inisiatif Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alie Basyah, mendapatkan info permasalahan yang dihadapi warga Pining harus menerobos arus sungai tak terkecuali anak anak sekolah Dasar bertaruh nyawa untuk bersekolah.
Pada saat itu juga orang nomor satu kepolisian di Aceh tersebut langsung mengintruksikan Kapolres Gayo Lues dan Komandan Batalyon Brimob untuk segera berkoordinasi dengan Pemkab guna membangun jembatan sementara.
Jembatan sudah rampung dan kini mulai dapat dilalui masyarakat. Sebuah perubahan yang terasa begitu dramatis bagi warga yang selama ini hidup dalam keterisolasian.
Berbulan-bulan lamanya, masyarakat Pining menghadapi kenyataan pahit. Jembatan Pintu Rime urat nadi penghubung antarwilayah ditambah lagi sebuah kantor Polsek juga berada di seberang tak kunjung berdiri.
Aktivitas ekonomi lumpuh, mobilitas terhenti, dan yang paling menyayat hati, anak-anak sekolah harus mempertaruhkan nyawa setiap hari, menyeberangi sungai berarus deras demi menggapai pendidikan.
Namun kini, pemandangan itu perlahan berubah.
Jembatan sementara (darurat) yang terbentang di atas sungai Pining bukan sekadar konstruksi.
Ia adalah simbol kehadiran negara di tengah keputusasaan. Warga yang sebelumnya hanya bisa menatap arus sungai dengan cemas, kini mulai melangkah kembali dengan harapan yang tumbuh pelan namun pasti.
“Kita selalu berusaha melayani masyarakat dengan sekuat kemampuan kita. Semoga semua doa masyarakat Kecamatan Pining menuai mukjizat,” ujar Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah saat dikonfirmasi Serambinews.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/4/2026).
Langkah cepat ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi menyelamatkan masa depan. Anak-anak kini tak lagi harus bertaruh nyawa demi pergi ke sekolah. Para petani mulai kembali mengangkut hasil bumi mereka, menghidupkan kembali denyut ekonomi yang sempat terhenti.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi potret kuatnya gotong royong. TNI-Polri, tim pemadam kebakaran, hingga masyarakat bahu-membahu mempercepat proses pembangunan. Di tengah keterbatasan, kepedulian menjadi energi utama yang menggerakkan semuanya.
Baca juga: Penuh Harapan, Bupati Gayo Lues Dorong Pengembangan Bandara dan Penambahan Penerbangan
Rasa haru tak terbendung. Melalui Camat Pining, Win Zulfian, masyarakat menyampaikan apresiasi mendalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapolda-Aceh-Irjen-Pol-Marzuki-Ali-Basyah-meninjau-Pos-Pelayanan-Operasi-Ketupat-Seulawah-2026.jpg)