Berita Aceh Barat
Cuaca Ekstrem Intai Aceh Barat Hingga 20 April, BPBD Minta Warga Waspada
BPBD Aceh Barat mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 11–20 April 2026.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- BPBD Aceh Barat mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 11–20 April 2026.
- Cuaca ekstrem ini berhubungan dengan aktivitas hidrometeorologi yang dapat memicu hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
- Masyarakat diminta aktif memantau informasi BMKG, menjaga kesiapsiagaan, serta segera melaporkan tanda-tanda potensi bencana agar dampaknya bisa diminimalisir.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat meneruskan informasi penting terkait potensi bencana hidrometeorologi sebagaimana tertuang dalam surat edaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) nomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 tertanggal 10 April 2026 yang ditujukan kepada Gubernur Aceh.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Jumat (10/4/2026), menyampaikan, bahwa berdasarkan isi surat edaran tersebut, Kabupaten Aceh Barat termasuk salah satu wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam kurun waktu 11 hingga 20 April 2026 mendatang.
Menurutnya, potensi cuaca ekstrem ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas hidrometeorologi yang dapat memicu berbagai bencana seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah.
“Informasi ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Kita diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Ronal.
Ia menambahkan, perubahan kondisi lingkungan akibat cuaca yang tidak menentu harus dicermati secara bersama-sama.
Oleh karena itu, BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan aparat desa dan kecamatan untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing, terutama daerah yang rawan banjir dan longsor.
Baca juga: BMKG Pastikan Hoaks Banda Aceh dan Aceh Besar Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Rabu Malam
Koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting guna mempercepat langkah penanganan jika terjadi kondisi darurat.
BPBD Aceh Barat juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kesiapan personel dan peralatan untuk merespons cepat jika terjadi bencana.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana. Dengan kewaspadaan bersama, kita berharap risiko yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin,” tutupnya.(*)
| Diduga Palsukan Dokumen Setoran, Eks Bendahara Gampong di Panton Reu Diperiksa Inspektorat |
|
|---|
| Aceh Barat Terapkan WFH Setiap Jumat, ASN Didorong Hidup Sehat dan Efisien |
|
|---|
| Bupati Tarmizi Minta DPRK Alihkan Sebagian Dana Pokir untuk Rumah Layak Huni di Aceh Barat |
|
|---|
| Menuju Adipura, Aceh Barat Gandeng KLH Perkuat Tata Kelola Lingkungan |
|
|---|
| Perbaikan Target Bantuan, Aceh Barat Percepat Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teuku-Ronal-Nehdiansyah-8898i.jpg)