Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Timur

Lansia Pengidap Pikun di Aceh Timur Ditemukan Terapung di Sungai

Seorang lansia bernama Ramlah (72), pengidap pikun ditemukan meninggal dunia, dengan kondisi terapung di aliran sungai Idi Rayeuk

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
for serambinews
Personel Polres Aceh Timur bersama warga saat mengevakuasi Ramlah lansia pengidap pikun yang tenggelam di sungai ke rumah duka di Idi Rayeuk, Jum'at (11/4/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Seorang lansia bernama Ramlah (72), pengidap pikun ditemukan meninggal dunia, dengan kondisi terapung di aliran sungai Idi Rayeuk, Dusun Bengkel, Gampong Jawa. Jasad Ramlah ditemukan pada Jumat (10/4) pada sore hari atau pukul 16.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Aceh Timur, AKP Ade Candra, S.H., M.H., menjelaskan penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan seorang warga bernama Musriful.

Saksi melihat tubuh seseorang terapung terbawa arus. Tanpa pikir panjang, ia langsung menceburkan diri ke sungai untuk memberikan pertolongan.

"Setelah itu saksi loncat ke sungai dan menyelamatkan jasad Ramlah ke darat," tuturnya.

Tak lama berselang, warga mengenali korban sebagai Ramlah. Keluarga korban yang rumahnya tak jauh dari lokasi langsung datang ke tempat kejadian.

Korban kemudian diangkat ke darat. Namun nahas, korban diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah selanjutnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka.

"Memperoleh informasi tersebut, kami bersama Kapolsek Idi Rayeuk langsung turun ke lokasi yang selanjutnya berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim guna dilakukan penanganan lebih lanjut," ujar Ade Candra.

Disebutkan, dari keterangan anak korban, Jamilah, sebelumnya sang ibu keluar rumah sekitar pukul 11.00 WIB. Namun hingga berjam-jam, korban tak kunjung kembali.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, kami mendapat kabar ibu sudah ditemukan di sungai,” katanya.

Menurut Jamilah, korban selama ini dalam kondisi pikun dan biasanya tidak dibiarkan keluar rumah sendirian, Ramlah biasanya selalu dalam pengawasan ketat keluarga.

Namun saat hari kejadian Ramlah diketahui hilang dan keluarga mencari-cari, hingga mendapatkan kabar ditemukan terapung di sungai Idi.  

Baca juga: Monolog Perjuangan Teuku Ben Mahmud Setia Radja Tampil Memukau di Upacara HUT Ke-24 Abdya

Baca juga: Trump Ancam Gunakan “Senjata Terkuat” Jika Negosiasi AS-Iran Gagal, 24 Jam Jadi Penentu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved