Berita Aceh Timur
Lifting Perdana 2026, 45 Barel Kondensat Blok A Dikirim via Terminal Pangkalan Susu
Sebanyak 45.508,63 barel kondensat tersebut dilakukan lifting melalui Terminal PT Pertamina EP Zona I Pangkalan Susu Field.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Lifting perdana 45.508 barel kondensat Blok A Aceh Timur berhasil dilakukan melalui Terminal Pangkalan Susu.
- Pengapalan ini menandai pemulihan aktivitas energi pascabencana serta alternatif distribusi pasca gangguan di Terminal Arun.
- Keberhasilan ini dinilai strategis dalam menjaga pasokan dan ketahanan energi nasional di tengah kondisi global.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Lifting kondensat perdana dari Blok A di Aceh Timur berhasil dilakukan dengan lancar pada 1 April 2026.
Sebanyak 45.508,63 barel kondensat tersebut dilakukan lifting melalui Terminal PT Pertamina EP Zona I Pangkalan Susu Field.
Kondensat hasil produksi Medco EP Melaka di Blok A tersebut akan menambah pasokan dari dalam negeri.
Proses pengapalan kondensat ini dimulai pada tanggal 31 Maret 2026 dan selesai pada tanggal 1 April 2026.
Proses itu menandai kembalinya aktivitas penyaluran energi secara bertahap dari Wilayah Kerja Aceh, setelah sebelumnya terdampak gangguan operasional akibat bencana alam.
Keberhasilan lifting ini juga semakin strategis di tengah kondisi geopolitik global yang memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian pasokan energi.
Baca juga: Blok A Lifting 45 Ribu Barel Kondensat, Lifting Kondensat Perdana 2026
Keberlanjutan lifting dari dalam negeri menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan energi nasional.
Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, menyampaikan bahwa keberhasilan pengapalan kondensat Arun melalui Pangkalan Susu tidak terlepas dari kesiapan aspek komersial dan operasional yang telah direncanakan jauh sebelumnya.
“Pengapalan kondensat Arun di Pangkalan Susu dapat terlaksana dengan baik karena perjanjian Facility Sharing Agreement (FSA) antara Pertamina EP Pangkalan Susu dan Medco E&P Malaka telah dijajaki jauh-jauh hari,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, kesepakatan FSA ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengapalan kondensat Blok A, khususnya pasca kejadian kebakaran tangki F-2101 yang menyebabkan terganggunya operasi transfer kondensat Medco E&P Malaka di Terminal Arun.
Ia menambahkan, bahwa skema alternatif ini menjadi bagian penting dalam menjaga fleksibilitas operasional di tengah keterbatasan fasilitas serta potensi gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Deputi Operasi BPMA, Muhammad Mulyawan, turut mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan lifting tersebut.
Baca juga: Aceh Penuhi Target Lifting Kondensat, Angkanya Capai 608 Ribu Barel
Ia menilai capaian ini menunjukkan ketangguhan operasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor hulu migas Aceh.
“Keberhasilan lifting Blok A via terminal Pangkalan Susu ini patut diapresiasi, terutama di tengah terganggunya operasi Medco di Terminal Arun serta kondisi AS CPP yang belum beroperasi secara maksimal.
| Bantah Rampas Lahan Warga, PT Bumi Flora Tegaskan Legalitas HGU dan Rekam Jejak Kompensasi |
|
|---|
| Lansia Pengidap Pikun di Aceh Timur Ditemukan Terapung di Sungai |
|
|---|
| Menuju Birokrasi Modern, Aceh Timur Berlakukan Kebijakan WFH Tiap Jumat |
|
|---|
| 62 Peserta Didik SMA Negeri 1 Peureulak Lulus di SPAN PTKIN 2026 |
|
|---|
| 523 Murid SMA dan SMK di Aceh Timur Lulus SNBP, Meningkat Dibanding 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/LIFTING-KONDENSAT-1.jpg)