Sosok Inspiratf
Sosok Iskandar, Anak Langsa dengan Segudang Prestasi yang Kini Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USK
Pengukuhan tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang seorang anak daerah yang sejak dini ditempa oleh disiplin dan kesederhanaan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Sosok Iskandar, Anak Langsa dengan Segudang Prestasi yang Kini Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USK
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dari ruang kelas sederhana di Kota Langsa Aceh hingga forum akademik internasional, perjalanan Prof Dr Iskandar AS SPd MApp Ling menjadi kisah tentang ketekunan, konsistensi, dan keberanian bermimpi.
Pada Senin (13/4/2026), ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) dalam bidang Applied Linguistics.
Pengukuhan tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang seorang anak daerah yang sejak dini ditempa oleh disiplin dan kesederhanaan.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Penguasaan Elemen Genre: Kunci Sukses dalam Komunikasi Lisan”, Iskandar menyoroti pentingnya cara menyampaikan gagasan dalam komunikasi.
“Keberhasilan komunikasi lisan tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan, tetapi juga oleh bagaimana sesuatu itu disampaikan,” katanya.
Menurutnya, di sinilah letak pentingnya penguasaan elemen genre, yaitu tujuan komunikasi, struktur komunikasi, dan unsur kebahasaan.
“Elemen-elemen inilah yang menjadikan komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan kemampuan menghadirkan makna secara tepat dan dapat diterima oleh audiens,” paparnya.
Sosok Prof Iskandar, Anak Langsa dengan Segudang Prestasi
Perjalanan Prof Iskandar menjadi Guru Besar USK bukanlah kisah yang dibangun dalam semalam.
Di balik pencapaian akademik tertinggi itu, tersimpan jejak panjang seorang anak daerah yang tumbuh dari kesederhanaan, ditempa oleh kegagalan, dan dibentuk oleh ketekunan.
Lahir dan besar di Langsa, Iskandar menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 15 Langsa (1984), melanjutkan ke SMP Negeri 3 Langsa (1990), dan SMA Negeri 1 Langsa (1993).
Di bangku sekolah itulah, benih-benih cita-cita mulai tumbuh.
Sejak kecil, orang tuanya berharap ia menjadi perawat. Ia pun sempat mencoba jalur pendidikan keperawatan, namun tak berhasil melewati tahap administrasi.
Kegagalan itu tak membuatnya berhenti. Ia justru menemukan jalannya melalui dunia dakwah dan kompetisi, dengan aktif mengikuti MTQ semenjak SD.
Iskandar juga kerap menjuarai lomba pidato. Dari panggung-panggung itulah, ia belajar merangkai gagasan, menyusun argumen, serta membangun kepercayaan diri berbicara di hadapan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iskandar-Abdul-Samad.jpg)