Rabu, 15 April 2026

Keber Bener Meriah

Buka Konsultasi Publik RKPD 2027, Wabup Bener Meriah Tekankan Transformasi Ekonomi dan Stunting

Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. Armia, memimpin Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Dokumen ITS
KONSULTASI PUBLIK - Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. Armia, memimpin Forum Konsultasi Publik penyusunan RKPD Tahun 2027 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Senin (13/4/2026). 

Laporan Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG – Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. Armia, memimpin Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Senin (13/4/2026).

Dalam arahannya, Wabup Armia menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan periode krusial bagi kesinambungan pembangunan daerah di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Ia menekankan bahwa meskipun sektor pertanian kopi Gayo, pariwisata, dan UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah, pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat sejumlah tantangan besar yang harus dituntaskan.

“Kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” ujar Wabup.

Baca juga: Tuanku Muhammad Dipercaya Pimpin Komite Nasional Pencegahan Stunting Aceh

Menurutnya, tantangan tersebut berkaitan dengan penanggulangan pascabencana cuaca ekstrem, peningkatan kualitas infrastruktur dasar hingga ke pelosok kampung, penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan serta nilai tambah produk pertanian, hingga percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik.

“Untuk itu, saya berharap melalui forum ini, rancangan awal RKPD Tahun 2027 harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Wabup Armia memaparkan tiga fokus utama pemerintah daerah, yakni transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas hidup, serta keberlanjutan lingkungan.

Dalam aspek ekonomi, ia menginstruksikan agar petani kopi tidak lagi sekadar menjadi produsen bahan mentah, melainkan menjadi pemain utama dalam industri olahan.

Di sektor kualitas hidup, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas mutlak agar tidak ada warga yang putus sekolah maupun kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Sementara itu, sebagai daerah tangkapan air, pembangunan di Bener Meriah wajib selaras dengan pelestarian alam demi menjamin ketersediaan air dan udara bersih bagi generasi mendatang.

Di hadapan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan yang hadir, Armia menegaskan agar forum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan.

“Kita meminta seluruh jajaran pemerintah menyimak dengan saksama masukan konstruktif dari masyarakat guna menyusun rencana yang membumi,” tegasnya.

Mengingat keterbatasan anggaran, Wabup menekankan pentingnya inovasi dan semangat gotong royong agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat, mulai dari wilayah Pintu Rime Gayo hingga Samar Kilang.

“Mari kita susun rencana yang membumi, yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Anggaran kita terbatas, namun inovasi dan semangat gotong royong kita tidak terbatas,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved