Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Besar

Kemenag Aceh Besar Gandeng Densus 88 Cegah Radikalisme dan Terorisme

Pencegahan paham IRET tidak hanya menyasar kelompok dewasa, para guru, atau ASN lainnya

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Amirullah
HUMAS KEMENAG ACEH BESAR
MENYAMPAIKAN SAMBUTAN - Kakankemenag Aceh Besar H Saifuddin menyampaikan sambutan saat membuka sosialisasi pencegahan paham IRET bersama Densus 88 AT, di Aula Dekranasda Aceh Besar, Rabu (15/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kemenag Aceh Besar bersama Densus 88 AT menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan untuk mencegah paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
  • Kegiatan diikuti kepala madrasah dan KUA, dengan penekanan bahwa pencegahan harus menyeluruh, mulai dari pendidikan, keluarga, hingga calon pengantin.
  • Densus 88 menyebut ancaman IRET kini banyak menyasar anak melalui media sosial dan game, sehingga perlu pengawasan serta kolaborasi semua pihak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar  

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menggandeng Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) guna melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan Kemenag setempat.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Dekranasda Aceh Besar, Rabu (15/4/2026). Sosialisasi ini diisi oleh Satgas Wilayah Aceh Densus 88 AT, serta diikuti para kepala madrasah dari berbagai jenjang serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se Aceh Besar. 

“Pencegahan ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan pendidikan hingga keluarga. Semua pihak memiliki peran penting untuk mencegah agar generasi penerus kita ke depan tidak terpengaruh paham yang menyimpang ini,” ujar Kepala Kemenag Aceh Besar, H Saifuddin alias Yahwa.

Yahwa menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pencegahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham-paham IRET yang berpotensi merusak generasi penerus dan mengancam persatuan bangsa.

Menurutnya, pencegahan paham IRET tidak hanya menyasar kelompok dewasa, para guru, atau ASN lainnya, tetapi juga harus menjangkau anak-anak di lingkungan madrasah hingga calon pengantin.

Baca juga: Ketahuan Rekam Orang Mandi, Seorang Warga Banda Aceh Dicambuk 17 Kali

Baca juga: Minyak Iran Terancam Behenti Mengalir ke China, Armada Perang AS jaga Ketat Perlintasan Selat Hormuz

Adapun materi sosialisasi dalam kegiatan itu disampaikan oleh Ketua Tim Pencegahan Densus 88 Satgaswil Aceh, Iptu Said Martunis dan Ketua Tim 2 Pencegahan Ipda Nurul Maulana. 

Dalam paparannya, Said menyebutkan bahwa ancaman paham IRET saat ini semakin kompleks dan masuk melalui berbagai saluran, terutama media sosial.

“Anak-anak kita banyak dijerat melalui media sosial. Hari ini kita hidup di dunia tanpa batas, di mana anak-anak bisa mengakses apa saja,” katanya.

Selain tu, ia juga menyoroti bahwa selain media sosial, paparan paham IRET dapat datang dari permainan digital yang mengandung unsur kekerasan. Hal ini, menurutnya, berpotensi memicu perilaku negatif pada anak, seperti perundungan dan kekerasan di lingkungan madrasah atau sekolah.

"Saat ini anak-anak menjadi sasaran empuk dari kelompok teror untuk penyebaran paham-paham radikalisme hingga menjadi pelaku terorisme," ujarnya.

Said menambahkan, kasus-kasus yang berkaitan dengan pengaruh negatif tersebut sudah banyak terjadi, baik di luar maupun di Aceh. Kondisi ini, tidak terlepas dari minimnya pengawasan orang tua dan guru terhadap penggunaan gawai pada anak-anak.

Sebab itu, Densus 88 AT terus berupaya dan mendorong langkah-langkah pencegahan dengan melibatkan berbagai pihak seperti madrasah dan KUA.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kolaborasi semua elemen agar ancaman ini dapat diminimalkan,” ungkapnya..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved