Rabu, 29 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Wabup Abdya Sampaikan 4 Sasaran Utama Pembangunan dan Program Unggulan di Musrenbang RKPD 2027

Wakil Bupati Zaman Akli secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Abdya

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Masrian Mizani
MUSRENBANG - Wakil Bupati Zaman Akli membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2027, di Aula Tgk Dikila Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Abdya, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:Wabup Abdya Zaman Akli memaparkan empat sasaran utama pembangunan RKPD 2027: peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
 
Sejumlah proyek strategis ditargetkan rampung, termasuk Pasar Modern dan Mall Pelayanan Publik.
 
Program unggulan lain meliputi pengembangan kopi, beasiswa, UMKM naik kelas, hingga dukungan petani dan nelayan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Zaman Akli secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2027.

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Tgk Dikila Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Abdya, Rabu (15/4/2026).

Wakil Bupati Abdya Zaman Akli pada dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan amanat Qanun Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah daerah telah menetapkan arah pembangunan yang menyeluruh dan bertahap hingga tahun 2029. 

Musrenbang hari ini, jelas Akli, adalah panggung untuk memastikan bahwa setiap usulan masyarakat yang terekam dalam Kamus Usulan Aspirasi (KUA) benar-benar menjadi penggerak utama pencapaian visi tersebut.

Menurutnya, forum Musrenbang bukanlah sekadar agenda rutinitas tahunan birokrasi, namun titik temu antara harapan masyarakat dengan arah kebijakan serta kapasitas fiskal daerah. 

"Di sinilah kita menyatukan niat dan merumuskan langkah strategis untuk kemajuan Kabupaten Abdya. Prinsip utama yang harus kita pedomani dalam menyusun RKPD 2027 adalah prioritas, kualitas, dan manfaat," kata Akli.

Ia meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk pastikan setiap rupiah anggaran berorientasi pada hasil nyata. 

Pembangunan infrastruktur jalan harus mempermudah akses petani dari lahan produksi menuju pasar, begitu juga program pertanian dan perikanan harus memberikan nilai tambah melalui teknologi yang mampu mengangkat derajat ekonomi rakyat.

Baca juga: Bapperida Abdya Gelar Musrembang 2027, Pastikan RKPD tidak Keluar dari RPJMD 

Sesuai tema yang diusung, yakni "Peningkatan Infrastruktur Pendukung, Pemberdayaan Masyarakat, Produktivitas Sektor Unggulan Berbasis Teknologi, serta Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Berkualitas dan Berkeadilan", kata Akli, kegiatan pembangunan di tahun depan akan difokuskan pada empat  sasaran utama.

Diantaranya peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan.

"Untuk menerjemahkan fokus tersebut, dalam Visi dan Misi kami, terdapat 51 kegiatan aksi nyata yang akan diselesaikan dalam lima tahun kepemimpinan," tuturnya. 

Sinergi antar-sektor

Pada tahun 2027, sebut Akli, Pemerintah Kabupaten Abdya akan merampungkan beberapa proyek strategis, di antaranya penyelesaian Pasar Modern dan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai wujud nyata peningkatan kualitas layanan dan pusat ekonomi rakyat.

Baca juga: Wabup Abdya Serahkan Kursi Roda untuk 32 Penyandang Disabilitas dan Lansia

Di samping itu, kata Akli, pada tahun 2027  juga akan melanjutkan program unggulan lainnya, yaitu Program Pengembangan Kopi; Pemberian Beasiswa; Doto Saweu Gampong; Program Peukong Agama; Program Pemberdayaan UMKM untuk Naik Kelas (Naik Kelas dari Segi Legalitas dan Status Usaha), dan Pelaku usaha difasilitasi hingga memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB); Bantuan Hibah dan Sosial Kemasyarakatan; Pengembangan Infrastruktur Terintegrasi; dan Program Sajan Petani dan Nelayan.

"Semua ini merupakan bagian integral dari 51 aksi nyata yang terus kita kawal pencapaiannya," ungkap Akli.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved