Jumat, 17 April 2026

Berita Lhokseumawe

Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Lhokseumawe Launching Program Pemberdayaan Ekonomi

Penandatanganan itu dilaksanakan di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4/2025).

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Subur Dani
for serambinews
PEMBERDAYAAN EKONOMI: Islamic Relief Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe menandatangani PKS Ekonomi Produktif MEMPHIS (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach), yang berlangsung di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4/2025). Dok Baitul Mal 

Ringkasan Berita:
  • Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe menandatangani kerja sama program MEMPHIS-PGA untuk pengentasan kemiskinan ekstrem
  • Program ini menekankan pentingnya sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah daerah, dan lembaga zakat. Baitul Mal berkomitmen mendukung penguatan ekonomi mustahik dengan pemanfaatan dana zakat dan infak secara produktif.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Islamic Relief Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe menandatangani PKS Ekonomi Produktif MEMPHIS (Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach).

Penandatanganan itu dilaksanakan di Ruang Offroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan graduasi (Graduation Approach), yaitu metode terintegrasi yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca juga: Hari Ini Lhokseumawe Panas Menyengat, Cek Prediksi Cuaca BMKG di Sebagian Aceh untuk 3 Hari Kedepan

Workshop tersebut dipandu langsung oleh Ketua Baitul Mal Dr. Damanhur Abbas, Lc, MA, yang memaparkan kinerja Baitul Mal selama satu tahun. 

Kegiatan itu dihadiri CEO Islamic Relief Nanang Subana Dirja bersama jajaran Board of Trustees (BOT) Islamic Relief Indonesia Dr.Yasin. 

Selain itu, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga zakat, dan mitra program.

Dalam paparannya, Nanang Subana Dirja menegaskan bahwa pendekatan MEMPHIS-PGA bukan hanya sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pendekatan graduasi dalam Project MEMPHIS dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui intervensi yang komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas, akses ekonomi, hingga pendampingan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu melahirkan keluarga-keluarga yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Baca juga: Truk Bawa Barang Kelontong Terbalik di Lhokseumawe, Begini Kronologisnya

Dukungan juga disampaikan oleh Dr. Yasin Selaku BOT (Board Of Trustees) yang menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam menyukseskan program tersebut.

“Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan lembaga zakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memperluas jangkauan dan dampak intervensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. H. Damanhur Abbas, Lc, MA, yang hadir didampingi anggota badan Dr. Munawir, Lc, MA, Lailan Fajri S dan Jumiati, serta Kepala Sekretariat Maimun, S.Sos, M.A.P,. Ustadz.

Damanhur Abbas menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung program pengentasan kemiskinan berbasis zakat dan infak.

“Baitul Mal siap bersinergi dalam implementasi program MEMPHIS ini, khususnya dalam penguatan ekonomi mustahik mulai dari hulu ke hilir melalui pemanfaatan dana zakat, dan infak, secara produktif,” tutur Damanhur.

Komitmen Bersama

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama serta komitmen lintas sektor dalam mengimplementasikan pendekatan graduasi sebagai solusi efektif dan berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Kota Lhokseumawe.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved