Jumat, 17 April 2026

Banda Aceh

Bimtek Pengelolaan Pustaka, Nazaruddin: Perpustakaan Bukan Sekadar Gudang Buku

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menilai mutu pendidikan..

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
BUKA ACARA - Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan 2026 di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Dekan I FAH UIN Ar-Raniry, Nazaruddin PhD, menilai mutu pendidikan Aceh masih lemah karena sistem library based learning belum optimal.
  • Saat Bimtek Pengelolaan Perpustakaan 16-19 April 2026, ia menegaskan perpustakaan harus jadi pusat literasi & berpikir kritis, bukan sekadar gudang buku untuk akreditasi.
  • Pelatihan 75 guru PAI Aceh Besar ini fokus pada manajemen koleksi, katalogisasi, hingga otomasi agar perpustakaan sekolah lebih profesional.

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menilai mutu pendidikan di Aceh masih menghadapi persoalan mendasar, terutama belum optimalnya penerapan sistem pendidikan berbasis perpustakaan (library based learning).

Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut ironis karena dalam sistem pendidikan modern, perpustakaan semestinya menjadi pusat sumber belajar bagi civitas akademika, bukan sekadar pelengkap.

“Perpustakaan tidak boleh lagi diposisikan sebagai gudang buku paket atau hanya untuk memenuhi administrasi akreditasi,” kata Nazaruddin saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan 2026 di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, perpustakaan perlu didorong menjadi ruang yang nyaman untuk mengembangkan literasi, memperluas pengetahuan, serta membangun daya pikir kritis dan reflektif. Dengan demikian, perpustakaan dapat berperan langsung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Nazaruddin yang juga Ketua Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh ini berharap peserta pelatihan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Iqra sebagai dasar pendidikan Islam.

Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan, Mukhtaruddin MLIS, menyebutkan pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin.

Materi pelatihan mencakup kebijakan pengembangan perpustakaan sekolah, standar nasional perpustakaan, manajemen koleksi, hingga pengorganisasian informasi seperti katalogisasi dan klasifikasi. Peserta juga dibekali pemanfaatan teknologi informasi serta pengembangan sistem otomasi perpustakaan.

Baca juga: Apresiasi Kinerja Bank Aceh di Tengah Pemulihan Pascabencana, Ini Kata Rektor UIN Ar-Raniry 

Kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Aceh Besar dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

"Melalui bimtek ini, kita berharap pengelolaan perpustakaan sekolah di Aceh dapat bertransformasi menjadi lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran," kata Mukhtar.

Sementara, Ketua KKG PAI Aceh Besar, Fetti Elliani, mengatakan pelatihan diikuti 75 peserta yang dibagi dalam dua angkatan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 16–19 April 2026 di Fakultas Adab dan Humaniora serta UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved