Berita Aceh Barat Daya
YARA Minta Anggota DPRK Abdya Sisihkan Pokir Bangun Rumah Duafa
dana pokir merupakan instrumen strategis yang dipegang oleh anggota dewan untuk menyerap aspirasi konstituen
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Yayasan Advokasi Rakyat Aceh meminta anggota DPRK Aceh Barat Daya menyisihkan dana pokir untuk membangun rumah layak huni bagi kaum duafa di Aceh Barat Daya.YARA menilai masih banyak warga miskin, janda, dan anak yatim tinggal di rumah tidak layak sehingga perlu intervensi anggaran yang berpihak pada rakyat kecil.Mereka berharap DPRK dan pemerintah daerah bersinergi memvalidasi data penerima agar program pembangunan rumah duafa tepat sasaran.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, menyisihkan sebagian dana pokok-pokok pikiran (Pokir) mereka untuk program pembangunan rumah layak huni bagi kaum duafa.
Ketua Perwakilan YARA Abdya, Suhaimi N, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, masih banyak ditemukan warga, janda miskin, dan anak yatim yang menempati hunian tidak layak, bahkan ada yang berdinding plastik.
Menurutnya, persoalan ini adalah kebutuhan dasar yang harus segera diintervensi melalui kebijakan politik anggaran yang berpihak pada rakyat miskin.
Baca juga: Harga Emas di Abdya 17 April 2026: Emas London Bertahan, Emas Murni dan Antam Tersungkur
“Kami melihat potret kemiskinan di depan mata. Masih ada saudara kita yang tidur di bawah atap bocor dan dinding yang sudah lapuk bahkan plastik bekas.
Oleh karena itu, kami mengetuk pintu hati para anggota DPRK Abdya untuk menyisihkan dana pokir tahun anggaran mendatang untuk membangun rumah duafa,” kata Suhaimi, Jumat (17/4/2026).
Suhaimi menjelaskan, dana pokir merupakan instrumen strategis yang dipegang oleh anggota dewan untuk menyerap aspirasi konstituen.
Jika setiap anggota dewan berkomitmen membangun minimal 2 hingga 3 unit rumah duafa dari dana aspirasi mereka, maka jumlah warga atau janda miskin yang menempati rumah tidak layak huni akan berkurang.
Baca juga: Hasil Muscab PKB Abdya Tetapkan Lima Bakal Calon Ketua, Ini Nama-namanya
“Jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik tertentu saja yang terkadang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh warga miskin.
Rumah adalah identitas dan martabat. Membangun rumah untuk mereka adalah bentuk nyata dari pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.
DPRK punya power di anggaran
YARA juga menyoroti perlunya validasi data yang akurat agar bantuan rumah tersebut tepat sasaran.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Abdya melalui dinas terkait juga bersinergi dengan legislatif dalam menyusun kriteria penerima manfaat yang objektif.
“DPRK punya power di anggaran. Kami berharap ini menjadi prioritas. Jangan sampai saat kampanye kita berjanji menyejahterakan rakyat, namun saat sudah duduk, potret kemiskinan di depan mata seolah terabaikan,” kata Suhaimi.
YARA berkomitmen untuk terus mengawal isu kemanusiaan ini hingga ada langkah konkret dari pihak legislatif maupun eksekutif di Kabupaten Abdya. (*)
Baca juga: Baitul Mal Abdya Tinjau Rumah Janda Miskin, Masuk Prioritas Pembangunan Rumah Layak Huni
| Hasil Muscab PKB Abdya Tetapkan Lima Bakal Calon Ketua, Ini Nama-namanya |
|
|---|
| Peringati HKN, Lapas Blangpidie Deklarasikan Komitmen Zero Handphone dan Narkoba |
|
|---|
| HRD Dijamu Safaruddin di Pendopo Bupati Abdya, Bahas Berbagai Program Pembangunan Aceh Barat Daya |
|
|---|
| Ketua DPRK Abdya Ikuti Retreat di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah |
|
|---|
| Wabup Abdya Sampaikan 4 Sasaran Utama Pembangunan dan Program Unggulan di Musrenbang RKPD 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Perwakilan-YARA-Abdya-Suhaimi-N_20260417.jpg)