Minggu, 26 April 2026

Kabar SBA

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

SBA berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 berkat program Sakeladera yang mengolah 60 ton sampah kelapa per bulan di pesisir Lhoknga.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
TERIMA PROPER HIJAU - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asruddin (kiri), bersama Direktur Operasi, Edi Sarwono (kanan), menerima 3 PROPER Hijau 2025 untuk Pabrik Lhoknga, Pabrik Cilacap dan Pabrik Tuban dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). DOK. HUMAS PT SBA 

Ringkasan Berita:
  • SBA berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 berkat program Sakeladera yang mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di pesisir Lhoknga.
  • Program berbasis ekonomi sirkular ini menekan biaya pakan ternak hingga 60 persen, mengurangi emisi karbon, serta memberi manfaat ekonomi dengan rasio SROI 2,5.
  • SBA juga melakukan inovasi lingkungan seperti penggunaan burner rendah emisi dan bahan bakar alternatif, yang menurunkan emisi CO₂ lebih dari 88 ribu ton sepanjang 2025.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera). 

Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) ini, mengantar Perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Penghargaan yang dianugerahkan kepada PT Solusi Bangun Andalas, menandakan kinerja pengelolaan lingkungan yang dijalankan oleh Perusahaan telah melampaui kepatuhan (beyond compliance), termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menggaris bawahi bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasi dan pemberdayaan komunitas. 

“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat,” katanya. 

“Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi Sarwono dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Sebelum program Sakeladera dijalankan, sampah kelapa di wilayah pesisir sebagian besar dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. 

Di sisi lain, peternak setempat menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan, akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Baca juga: Selami Dunia Industri Semen, Mahasiswa Malaysia dan Teknik Industri USK Sambangi PT SBA

Melalui program Sakeladera, sampah kelapa diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) sebagai alternatif campuran pakan ternak.

Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. 

Produk cocopeat juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.

Dalam implementasinya, Solusi Bangun Andalas (SBA) memberikan dukungan berupa pendampingan secara berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat, sehingga mampu membangun ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan. 

Operasional program ini pun telah menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved