Senin, 27 April 2026

Berita Banda Aceh

Wali Nanggroe Dorong Pemuda Aceh Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Kreatif

mendorong pemuda Aceh untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta mempelajari praktik terbaik dari negara lain

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara kapasitas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi kreatif sebagai fondasi baru pertumbuhan ekonomi Aceh. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) masa bakti 2026–2031 di Meuligoe Wali Nanggroe 

Ringkasan Berita:Malik Mahmud Al Haythar mendorong Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis pemuda saat audiensi di Banda Aceh.
 
AMANAH menyiapkan relaunching 23 April 2026 dan akan dikembangkan sebagai hub pelatihan, produksi, hingga pemasaran untuk melahirkan startup dan wirausaha muda Aceh.
 
Wali Nanggroe menekankan ekonomi kreatif harus selaras dengan budaya, lingkungan, serta mendorong pemuda belajar global dan kembali membangun Aceh.

SERAMBINEWS.COMWali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara kapasitas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi kreatif sebagai fondasi baru pertumbuhan ekonomi Aceh.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) masa bakti 2026–2031 di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe menekankan bahwa masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kemampuan pemuda dalam mengolah kreativitas menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Pemuda Aceh harus menjadi pelaku utama dalam ekonomi kreatif—menciptakan nilai tambah dari ide, inovasi, dan kearifan lokal. Ini yang akan menggerakkan ekonomi baru Aceh,” tegasnya.

Baca juga: Wali Nanggroe dan Kapolda Bahas Persoalan Aceh, Termasuk Soal Korban Banjir dan Kriminalitas

Audiensi tersebut dihadiri Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, bersama jajaran pengurus, termasuk Sekretaris Yayasan Ir. Yudha Nurdhin, Direktur Badan Pekerja Dr. Safwan Nurdin, serta Fakhrurrazi dari Bidang Marketing dan Digitalisasi Data.

Syaifullah Muhammad juga menyampaikan bahwa AMANAH kini tengah melakukan reaktivasi organisasi dengan arah baru yang lebih progresif, yakni membangun ekosistem terintegrasi pengembangan pemuda berbasis ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, AMANAH juga mengundang Wali Nanggroe untuk menghadiri agenda relaunching AMANAH pada 23 April 2026 di kawasan Gedung AMANAH, Ladong.

Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa AMANAH akan dikembangkan sebagai hub pengembangan talenta muda Aceh yang mengintegrasikan pelatihan, produksi, hingga pemasaran dalam satu ekosistem.

Baca juga: Jaga Moral Generasi Muda, Wali Nanggroe Dukung KPI Aceh Awasi Ruang Digital

“Fasilitas yang kami miliki bukan hanya untuk pelatihan, tetapi untuk membangun rantai nilai ekonomi kreatif secara utuh—mulai dari pertanian modern, peternakan, UMKM, robotik, hingga pengolahan nilam dan kopi beserta produk turunannya yang memiliki potensi ekspor,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan startup lokal, kreator, dan wirausaha muda yang tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Dorong pemuda Aceh perluas wawasan global

Sementara itu, Wali Nanggroe memberikan apresiasi atas komitmen AMANAH dalam membangun generasi muda. 

Ia juga mendorong pemuda Aceh untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta mempelajari praktik terbaik dari negara lain.

“Pergi belajar ke luar, lihat dunia, tapi pulanglah untuk membangun Aceh dengan perspektif yang lebih maju,” pesannya.

Baca juga: Lewat Future Leaders Bootcamp, AMANAH Dorong Anak Muda Aceh Jadi Pemimpin Bisnis Global

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi, termasuk ekonomi kreatif, harus tetap selaras dengan tata ruang, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya Aceh.

“Ekonomi boleh tumbuh cepat, tapi jangan kehilangan jati diri. Aceh harus modern, namun tetap berakar pada nilai dan karakter keacehan,” tutupnya.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan AMANAH sebagai katalisator lahirnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis pemuda, yang diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi Aceh ke arah yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

Baca juga: Syaifullah Muhammad Raih KAHMI Award 2026 atas Dedikasi Hilirisasi Nilam Aceh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved