Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Tamiang

163 KK Warga Lubuksidup Aceh Tamiang Pindah ke Huntara, Begini Prosesnya

Relokasi ini menjadi langkah awal pemulihan, dengan fasilitas dasar seperti MCK dan air bersih yang sudah tersedia meski belum sempurna.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KEHIDUPAN DI HUNTARA - Ilustrasi warga hidup di Huntara. Sebanyak 163 keluarga warga Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang direlokasi ke Huntara. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (Huntara) setelah rumah mereka hancur akibat banjir bandang November 2025.
  • Relokasi ini menjadi langkah awal pemulihan, dengan fasilitas dasar seperti MCK dan air bersih yang sudah tersedia meski belum sempurna.
  • Pemerintah menargetkan pembangunan 8.190 unit Huntara dan 10 ribu Huntap, dengan dukungan berbagai pihak termasuk perusahaan perkebunan, Buddha Tzu Chi, dan Mabes Polri.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Warga Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang mulai direlokasi ke hunian sementara (Huntara) setelah pembangunan fasilitas tersebut rampung.

Sebanyak 163 keluarga terdampak banjir bandang 26 November 2025, kini menempati Huntara yang disediakan pemerintah sejak Kamis (16/4/2026).

Banjir besar itu sempat menghancurkan hampir seluruh rumah warga, sehingga kampung ini disebut sebagai “perkampungan yang hilang.”

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menegaskan, bahwa relokasi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan hunian layak. 

Ia mengakui bahwa Huntara belum sempurna, namun sudah lebih manusiawi dibanding kondisi sebelumnya.

Fasilitas dasar seperti MCK dan sumber air bersih telah tersedia, sehingga warga bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Kebutuhan Huntara di Aceh Tamiang mencapai 8.190 unit, sementara progres pembangunan baru sekitar 50 persen. 

Baca juga: BNPB Tuntaskan Pembangunan Huntara di Beutong Ateuh Nagan, Segera Bangun Huntap 700 Unit

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan pemegang hak guna usaha (HGU) untuk mendukung penyediaan lahan.

Beberapa perusahaan telah menunjukkan komitmen dengan menyerahkan sebagian HGU mereka, yang dinilai sangat membantu dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.

Selain Huntara, kebutuhan hunian tetap (Huntap) juga sangat besar, mencapai 10 ribu unit.

Hingga kini, realisasi pembangunan Huntap baru dilakukan oleh Buddha Tzu Chi sebanyak 500 unit dan Mabes Polri sebanyak 150 unit. 

Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar target pembangunan huntap dapat tercapai.

Relokasi warga Lubuksidup ke Huntara menjadi simbol awal kebangkitan masyarakat setelah bencana. 

Baca juga: Huntara Belum Jelas Kapan Dilanjutkan, 4 KK Penyintas Banjir di Baktiya Aceh Utara Masih Mengungsi

Meski masih banyak tantangan, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan warga terdampak banjir bandang memiliki tempat tinggal yang layak.

Dengan adanya Huntara, diharapkan warga dapat kembali menata kehidupan mereka sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang lebih permanen.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved