Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Tengah

Tim SAR Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Longsor di Burni Lintang

Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak longsor di kawasan Bur Lintang dekat Genting, Kecamatan Linge, Aceh Tengah

Editor: mufti
for serambinews/IST
KORBAN TERJEBAK LONGSOR - Petugas SAR Aceh Tengah mengevakuasi warga yang terjebak longsor dengan berjalan kaki di kawasan Linge, Sabtu (18/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak longsor di kawasan Bur Lintang dekat Genting, Kecamatan Linge, Aceh Tengah
  • Sekitar 30 lebih pengendara yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak terjebak akibat longsor yang menutup akses jalan
  • Dalam proses evakuasi, tim SAR bahkan memberikan pakaian kerja mereka kepada korban, khususnya anak-anak, untuk mencegah risiko hipotermia

“Ketiganya sudah dalam kondisi basah kuyup dan kedinginan, sehingga langsung kami evakuasi ke Unit Siaga SAR Takengon untuk mendapatkan penanganan.” AMRI, Koordinator SAR Basarnas Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak longsor di kawasan Bur Lintang dekat Genting, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Sabtu (18/4/2026).

Informasi yang dihimpun dari tim Basarnas, sekitar 30 lebih pengendara yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak terjebak akibat longsor yang menutup akses jalan.

Selain itu, terdapat tujuh mobil dan enam sepeda motor yang ikut tertahan di lokasi. Berbekal informasi yang didapat sekitar pulul 21.00 WIB, tim SAR gabungan langsung terjun ke lokasi untuk melalukan evakuasi sejumlah korban.

Koordinator SAR Basarnas Aceh Tengah, Amri, menyampaikan, saat menuju lokasi, tim sempat kembali terhambat longsor susulan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian, sehingga personel harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri langsung menuju lokasi setelah menerima informasi. Namun dalam perjalanan, kami kembali terjebak longsor susulan, sehingga tim melanjutkan dengan berjalan kaki,” kata Amri Kepada TribunGayo.com, Minggu (19/4/2026).

Dijelaskan, saat tiba di lokasi, sebagian besar warga sudah berada dalam kondisi relatif aman. Namun terdapat satu keluarga yang terdiri dari seorang mertua, menantu, dan seorang anak yang mengalami kedinginan akibat hujan deras dan suhu dingin di bawah 15 derajat Celsius.

Ketiganya kemudian diprioritaskan untuk dievakuasi oleh tim SAR. “Ketiganya sudah dalam kondisi basah kuyup dan kedinginan, sehingga langsung kami evakuasi ke Unit Siaga SAR Takengon untuk mendapatkan penanganan,” kata Amri.

Dalam proses evakuasi, tim SAR bahkan memberikan pakaian kerja mereka kepada korban, khususnya anak-anak, untuk mencegah risiko hipotermia. Adapun korban yang dievakuasi yakni Muradi (60), Mahirahiriya (7), dan Ona Riliarosali (26), warga Gelampang, Kecamatan Linge.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 21.35 WIB dan langsung berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk melakukan pembersihan material longsor di badan jalan. Sekitar pukul 22.05 WIB, proses evakuasi terhadap korban yang mengalami kedinginan dilakukan, dan pada pukul 22.50 WIB tim bersama korban tiba di Unit Siaga SAR Takengon.

Para korban kemudian mendapatkan penanganan dan bermalam di Unit Siaga SAR, mengingat akses menuju rumah mereka masih tertutup longsor. Sekitar pukul 24.00 WIB, tim SAR Gabungan berhasil membersihkan material longsor sehingga akses jalan di kawasan tersebut kini sudah bisa kembali dilintasi kendaraan.

Pada Minggu (19/4/2026) pagi, korban yang dievakuasi tim Basarnas telah dijemput oleh anggota keluarganya dari kantor Basarnas Takengon.(am)

Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor

SEMENTARA itu, prajurit TNI Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan aksi gotong royong membersihkan jalan yang tertimbun material longsor di Desa Mendala, Kecamatan Kebayakan, guna menormalkan kembali lintasan tersebut.

"Gotong royong ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat," kata Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Letkol Raden mengatakan, pembersihan ini setelah terjadinya longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, sehingga menyebabkan material berupa tanah, batu, hingga ranting pohon menutup total badan jalan di sana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved