Senin, 20 April 2026

Berita Banda Aceh

Organda Ingatkan Pengusaha Angkutan Agar Tak Gegabah Naikkan Tarif

Kalau ada yang menaikkan harga sepihak, tentu kita bersama Dinas Perhubungan akan memberikan sanksi. Itu sudah pasti. RAMLI

Editor: mufti
Serambinews.com/Rianza Alfandi
Ketua DPD Organda Aceh, Ramli 
Ringkasan Berita:
  • DPD Organda Aceh mengimbau seluruh pengusaha angkutan umum di daerah itu agar tidak gegabah menaikkan tarif pascakenaikan harga BBM nonsubsidi
  • Organda Aceh akan terus memantau perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan guna memutuskan langkah lebih lanjut
  • Kalau ada yang menaikkan harga sepihak, tentu kita bersama Dinas Perhubungan akan memberikan sanksi. Itu sudah pasti.” RAMLI

“Kalau ada yang menaikkan harga sepihak, tentu kita bersama Dinas Perhubungan akan memberikan sanksi. Itu sudah pasti.” RAMLI, Ketua DPD Organda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Aceh mengimbau seluruh pengusaha angkutan umum di daerah itu agar tidak gegabah menaikkan tarif pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Ketua DPD Organda Aceh, Ramli, menegaskan, hingga saat ini BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang menjadi konsumsi utama kendaraan angkutan umum belum mengalami kenaikan harga.

“Kalau mengenai kenaikan harga, yang subsidi belum naik. Jadi imbauan kami kepada seluruh PO (Perusahaan Otobus) dan perusahaan angkutan, jangan gegabah untuk menaikkan harga tiket,” kata Ramli, dikonfirmasi Serambi, Minggu (19/4/2026).

Dikatakan, Organda Aceh akan terus memantau perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan guna memutuskan langkah lebih lanjut. “Setelah itu kita akan buat rapat, memanggil semua PO dan pelaku angkutan untuk membahas apa yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Menurut Ramli, kenaikan harga BBM saat ini hanya terjadi pada jenis nonsubsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo, yang umumnya tidak digunakan oleh angkutan umum. “Sementara Pertalite dan Biosolar masih seperti biasa,” katanya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa dampak tidak langsung akibat kenaikan BBM nonsubsidi ini tetap akan dirasakan oleh sektor transportasi. Namun, ia meminta agar para pengusaha angkutan tidak serta-merta menaikkan tarif secara sepihak, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Aceh saat ini.

Ramli juga menegaskan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan akan siap memberikan sanksi kepada operator angkutan yang menaikkan tarif tanpa melalui mekanisme yang disepakati. “Kalau ada yang menaikkan harga sepihak, tentu kita bersama Dinas Perhubungan akan memberikan sanksi. Itu sudah pasti,” tandasnya.

Ia mengingatkan agar para pelaku usaha angkutan mempertimbangkan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. “Kita juga harus punya hati nurani. Kondisi ekonomi masyarakat seperti sekarang ini harus jadi pertimbangan. Jadi jangan langsung menaikkan tarif,” pungkasnya.(ra)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved