Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Harga Laptop di Aceh Tamiang Merangkak Naik, Toko Tahan Pesanan

Harga laptop di Aceh Tamiang merangkak naik. Dalam satu pekan terakhir, kenaikan masing-masing unit bisa tembus Rp1 juta.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
Laptop menghiasi etalase sebuah toko elektronik di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (20//4/2026). Dalam satu bulan terakhir harga perangkat ini merangkak naik. 
Ringkasan Berita:Harga laptop di Aceh Tamiang naik hingga Rp1 juta per unit dalam sepekan, bahkan berubah setiap kali toko melakukan pemesanan.
 
Meski harga naik, permintaan tetap tinggi terutama dari pekerja dan relawan pemulihan pascabanjir, sehingga stok laptop spek tinggi sering terbatas.
 
Pedagang menahan pesanan karena khawatir harga tiba-tiba turun, sementara kenaikan diduga dipicu krisis komponen global dan kenaikan BBM.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG -  Harga laptop di Aceh Tamiang merangkak naik. Dalam satu pekan terakhir, kenaikan masing-masing unit bisa tembus Rp1 juta.

Lonjakan harga ini terpantau di sejumlah toko elektronik di Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (20/4/2026).

“Semua mereka dan tipe naik, rata-rata naik satu juta,” kata Novi, pelayan toko elektronik di Kota Kualasimpang.

Dijelaskannya kenaikan harga ini awalnya terjadi per pekan, namun akhir-akhir ini perubahan harga terjadi setiap order barang ke Medan ataupun Jakarta.

“Biasanya bos (pemilik toko) order tiga hari sekali, setiap order selalu naik harganya,” kata dia.

Baca juga: Pemkab Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Sasar Pemulihan Ekonomi

Di sisi lain harga yang merangkak naik ini belum membuat pasar lesu. Justru sebagian toko mengaku mengalami peningkatan penjualan. 

Konsumen biasanya para pekerja ataupun relawan dari berbagai lembaga yang sedang menjalankan misi pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.

“Kalau yang beli tetap ada, kadang kami kesulitan menyediakan spek tinggi yang mereka minta,” ungkapnya.

Pedagang khawatir harga anjlok

Perubahan harga drastis ini diakuinya membuat pedagang memilih menahan orderan. Mereka khawatir harga tiba-tiba anjlok, sehingga bisa menimbulkan kerugian.

Para pedagang yang ditemui mengaku tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga ini. 

Baca juga: Jaksa Agung Minta Para Jaksa Hentikan Kriminalisasi dan Jadikan Kades Tersangka: Saya Tidak Bangga

Sebagian besar mengaitkan kondisi ini dengan konflik bersenjata internasional dan sebagian lagi menghubungkannya dengan kenaikan harga BBM.

Importir sendiri sejak awal tahun sebenarnya sudah memprediksi kenaikan harga laptop sejak awal 2026.

Prediksi ini disebabkan krisis komponen perangkat laptop yang dipengaruhi suhu politik internasional yang begitu tinggi. (mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved