Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Komwil I Apeksi Keluarkan 24 Rekomendasi

Raker Komwil I Apeksi ini diikuti oleh 126 peserta dari 21 Kota, berlangsung selama empat hari di Banda Aceh sejak 19-22 April mendatang

Editor: mufti
Serambinews.com/Sara Masroni
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mendampingi Ketua Komwil I APEKSI sekaligus Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas (kiri kedua) saat konferensi pers di Ballroom Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin (20/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Komwil I Apeksi mencatat setidaknya 24 rekomendasi dalam Raker, termasuk soal pungutan khusus ke perusahaan yang berpotensi timbulkan dampak atau merusak lingkungan
  • Apeksi juga perlu memperjuangkan kebijakan penguatan kerja sama antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota, dalam rangka penanganan dan pengendalian banjir
  • Raker Komwil I Apeksi ini diikuti oleh 126 peserta dari 21 Kota, berlangsung selama empat hari di Banda Aceh sejak 19-22 April mendatang

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) mencatat setidaknya 24 rekomendasi dalam Rapat Kerja (Raker) kali ini, termasuk soal pungutan khusus ke perusahaan yang berpotensi timbulkan dampak atau merusak lingkungan. Hal itu disampaikan saat konferensi pers, di Ballroom Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ketua Komwil I Apeksi yang juga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan, salah satunya mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan kebijakan relaksasi alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang bersifat objektif, terukur, dan adaptif bagi daerah yang mengalami keadaan kahar (force majeure), seperti bencana alam, kerusuhan, konflik, dan kondisi luar biasa lainnya, baik pada tahun anggaran berjalan maupun tahun anggaran berikutnya, termasuk penyediaan instrumen pembiayaan pembangunan daerah yang lebih fleksibel dan ramah fiskal, guna mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana.

Apeksi juga perlu memperjuangkan kebijakan penguatan kerja sama antar pemerintah, khususnya antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota, dalam rangka penanganan dan pengendalian banjir. “Terutama pada aspek operasional dan pemeliharaan sungai yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi, agar penanganannya lebih responsif, terpadu, dan berkelanjutan di tingkat daerah,” ucap Rico.

Dikatakan, Apeksi mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan kebijakan yang melindungi, menjaga, dan memulihkan fungsi kawasan konservasi dan lingkungan hidup, sebagai upaya strategis dalam meminimalisasi risiko bencana ekologis serta potensi bencana sosial yang berdampak langsung terhadap wilayah perkotaan dan masyarakat. Apeksi juga mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk membentuk tim respons cepat

darurat bencana lintas daerah, yang dilengkapi dengan peralatan, sumber daya manusia, serta dukungan pendanaan yang bersumber dari APBN. “Tujuannya untuk meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan koordinasi penanganan bencana antar wilayah,” ujar Rico.

Apeksi juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk menyusun kebijakan fiskal melalui instrumen perpajakan atau pungutan khusus, bagi perusahaan dan pihak swasta yang kegiatan usahanya berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan risiko bencana. “Kebijakan tersebut dengan skema pembagian hasil yang lebih proporsional kepada daerah tempat beroperasi maupun daerah yang berpotensi terdampak, sebagai alternatif sumber pendanaan penanganan kondisi darurat bencana,” harapnya.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal daerah Komil I ini sangat rawan dan rentan terhadap kebencanaan. Dan apalagi Banda Aceh terdapat di sekitar wilayah patahan yang berpotensi memicu gempa. “Tetapi dengan kita membangun ketangguhan dari segala fasilitas yang ada, bagaimana tim tanggap bencana yang kita bentuk lintas OPD, kemudian di gampong, pasar, masjid, rumah sakit di semua sektor, insya Allah mudah-mudahan masyarakat kita semakin sadar bencana dan tangguh, serta semakin bisa mengurangi risiko dari bencana itu sendiri,” ucap Illiza.

“Sebagaimana ketika kita menghadapi ujian dari bencana meteorologi kemarin, alhamdulillah sekitar 3-4 hari, setelah itu kita bisa recovery dan bahkan kita bisa membantu daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Diketahui Raker Komwil I Apeksi ini diikuti oleh 126 peserta dari 21 Kota, berlangsung selama empat hari di Banda Aceh sejak 19-22 April mendatang. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah dan Direktur Eksekutif Apeksi Pusat, Alwis Rustam.(rn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved