Kamis, 23 April 2026

Berita Bireuen

Tim Verifikasi dan Validasi Korban Banjir Segera Turun Lapangan

Tim verifikasi dan validasi tahap kedua data korban banjir segera turun ke desa-desa terdampak banjir

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
for serambinews
Sekdakab Bireuen, Ismunandar ST MT 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tim verifikasi dan validasi tahap kedua data korban banjir segera turun ke desa-desa terdampak banjir, kepada masyarakat yang merasa sebagai korban banjir agar menemani tim survei agar bisa melakukan tugasnya sebagaimana mestinya.

Hal tersebut disampaikan Sekdakab Bireuen, Ismunandar ST MT didampingi Kalak BPBD Bireuen, Ir Marwan dan Plt Kadissos Bireuen, Alfian MPd kepada Serambinews.com, Selasa (21/4/2026) terkait verifikasi lanjutan terhadap korban banjir yang belum terdata.

Disebutkan, jumlah yang akan dilakukan pendataan ulang 23 ribu lebih kepala keluarga korban banjir, hanya 6000 kepala keluarga terdata dan lolos dan banyak masuk Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) maka yang tidak masuk TMK masyarakat berhak melakukan komplain dan tim survei akan melakukan verifikasi lapangan terutama pemilik rumah dan menilai tentang kondisi atau tingkat kerusakan rumah.

Prinsipnya semua masyarakat Bireuen terdampak banjir diharapkan bersabar, tim akan turun ke desa-desa terdampak.

Kalak BPBD Bireuen, Munawar kepada Serambinews.com, Rabu (22/4/2026) mengatakan, jumlah tim survei sebanyak 212 orang direkrut BNPB terdiri dari unsur TNI/Polri, Kejari, mahasiswa, dinas teknis, KNPI. Kemudian ada juga dari KNPI, Apdesi, LSM wartawan maupun unsur lainnya.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Sampai Negosiasi Selesai, Blokade Tetap Berlanjut

Mereka akan mulai melaksanakan tugas selama enam hari mulai Kamis (23/4/2026) ke masing-masing desa. Dalam melaksanakan tugas lapangan kata Munawar tim nantinya akan didampingi perangkat desa mendatangi rumah korban banjir di masing-masing desa.

Diharapkan kepada warga yang terdampak banjir diharapkan berada di rumah saat tim datang, selain memberikan keterangan sebagaimana diminta tim juga mempersiapkan foto copy KTP dan KK, kemudian bagi korban yang rumahnya rusak berat/hilang juga melengkapi dengan surat keterangan alas hak lokasi rumah yang akan dibangun.

Menjawab Serambinews.com, seandainya saat tim datang korban banjir atau pemilik rumah tidak berada di tempat, Munawar mengharapkan sebaiknya berada di rumah, ketika korban tidak ada, data isian form korban banjir atas nama yang bersangkutan akan kosong dan hanya ditandatangani keuchik saja dengan catatan tidak ditemui pemilik rumah atau korban banjir.

“Sebaiknya para korban banjir mulai Kamis (23/4/2026) sampai enam hari ke depan berada di rumah sehingga terdata lengkap, bila tidak ada orang di rumah dikhawatirkan terlewatkan lagi dan tidak terdata,” ujarnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved