Kamis, 23 April 2026

Banda Aceh

BAA Talks, Illiza Kenalkan Banda Aceh Academy

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Sara Masroni
CENDERA MATA - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal saat bertukar cendera mata dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Banda Aceh Academy (BAA) Talks, rangkaian Raker Komwil I Apeksi 2026 sekaligus HUT ke-821 Kota, di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Banda Aceh Academy Talks digelar di Gedung AAC Dayan Dawood dalam rangka HUT ke-821 dan Raker Apeksi 2026.
  • Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi” melalui program Banda Aceh Academy untuk pengembangan SDM berbasis talenta.
  • Seminar menghadirkan tokoh nasional dan diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda menuju kepemimpinan masa depan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Banda Aceh Academy (BAA) Talks dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Raker Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026 sekaligus HUT ke-821 Kota, yang dibuka Sekda Aceh, M Nasir di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Founder ESQ Prof Ary Ginanjar Agustian, serta dipandu Host Reza Idria.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal dalam sambutannya menyampaikan, peringatan usia 821 tahun ini adalah momentum penting untuk membaca kembali sejarah panjang kota. Banda Aceh bukan sekadar entitas administratif, tetapi kota yang tumbuh dari tradisi keilmuan, perdagangan, diplomasi, dan keteguhan nilai-nilai keislaman.

​Dari masa Kesultanan Aceh hingga era modern saat ini, Banda Aceh telah menunjukkan daya tahan sejarah yang luar biasa. Kota ini pernah menghadapi konflik, pernah diuji bencana besar, namun selalu bangkit dengan semangat yang sama yaitu semangat membangun, semangat belajar, dan semangat melayani.

“Usia 821 tahun bukan hanya angka, tetapi simbol kematangan peradaban. Untuk itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen menjadikan kota ini sebagai kota yang maju, berbudaya, modern, dan religius, dengan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta berorientasi pada masa depan,” ujar Illiza didampingi Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah.

Pihaknya menegaskan, fokus utama pembangunan Kota Banda Aceh ke depan adalah “Banda Aceh Kota Kolaborasi.” ​Visi ini menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dibangun oleh pemerintah semata, tetapi harus melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Baca juga: Ketua DPRK Pimpin Paripurna HUT Banda Aceh, Peserta Kenakan Pakaian Adat Aceh

Sebagai wujud nyata dari visi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan program prioritas, Banda Aceh Academy. Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan platform strategis pembangunan SDM unggul berbasis kolaborasi. Banda Aceh Academy dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda, menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja, melahirkan wirausaha dan inovator baru, serta menjadikan Banda Aceh sebagai kota berbasis talenta (talent-based city).
 
Program ini dibangun di atas empat pilar utama yakni digital skills dan teknologi, tujuannya untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital. Selanjutnya kewirausahaan dan ekonomi kreatif, mendorong lahirnya pelaku usaha baru dan inovatif. Kemudian soft skills dan kepemimpinan, yaitu membentuk karakter, komunikasi, dan kemampuan kolaborasi. Terakhir, link and match dengan dunia industri, memastikan kompetensi yang dimiliki relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
 
Wali Kota Banda Aceh itu menyampaikan, kegiatan ini merupakan ruang dialog inspiratif yang mempertemukan generasi muda dengan para tokoh, praktisi, dan pemimpin inspiratif dari berbagai bidang. “BAA Talk hadir dengan tujuan untuk membuka wawasan generasi muda, membangun jejaring, menumbuhkan semangat inovasi dan kepemimpinan, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik di berbagai daerah dan sektor,” ujar Illiza.

Dengan mengangkat tema “Leading Regions, Shaping Indonesia’s Future”, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan berdampak. “Ke depan, BAA Talk akan menjadi agenda tahunan, sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda Banda Aceh,” pungkasnya.

Di sisi lain, acara puncak Malam Resepsi HUT ke-821 Tahun Kota Banda Aceh berlangsung di venue Banda Aceh Experience City Expo 2026, kawasan Blang Padang, pada Rabu (22/4/2026) malam.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved