Banda Aceh
Makna dan Harapan HUT Banda Aceh di Mata Daniel Abdul Wahab
Banda Aceh kini sudah genap berusia 821 tahun, angka yang cukup lama dan menjadikannya dalam deretan kota tua di nusantara....
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Daniel Abdul Wahab menyebut HUT ke-821 Banda Aceh sebagai momentum evaluasi dan perbaikan pembangunan.
- Fokus ke depan pada pemerataan hingga gampong, penguatan ekonomi rakyat, dan pelayanan publik.
- DPRK berkomitmen mengawal kebijakan agar adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banda Aceh kini sudah genap berusia 821 tahun, angka yang cukup lama dan menjadikannya dalam deretan kota tua di nusantara.
Berbagai pergolakan zaman sudah dijalani oleh kota yang dulu bernama Kutaraja ini. Tapi kota ini tetap tumbuh, menjaga semangat dan martabatnya.
Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab menilai Banda Aceh terus mengalami kemajuan. Meskipun di depan, berbagai tantangan siap menanti. Ekonomi rakyat dan keadilan pembangunan jadi fokus.
Baca juga: DSI Banda Aceh Pasang Pamflet Sosialisasi Syariat Islam di Lapangan Jasdam IM
Berikut wawancara dengan Daniel Abdul Wahab dalam melihat makna dan di balik HUT Kota Banda Aceh.
1. Apa makna HUT Banda Aceh tahun ini?
“HUT Banda Aceh harus jadi momen evaluasi,apa yang sudah berhasil kita lanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi rakyat.”
2. Bagaimana capaian pembangunan saat ini?
“Banyak kemajuan,tapi tantangan masih nyata. Fokus kita ke depan adalah memastikan pembangunan benar-benar dirasakan sampai ke tingkat gampong.”
3. Apa prioritas utama ke depan?
“Prioritas kami jelas: pelayanan publik yang cepat, ekonomi rakyat yang tumbuh, dan pendidikan yang berkualitas serta merata serta Pembangunan berkeadilan.”
4. Bagaimana DPRK melihat kinerja pemerintah kota?
“Kami mengapresiasi yang sudah berjalan baik,tapi pengawasan tetap kami perkuat agar setiap kebijakan tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.”
5. Apa tantangan terbesar Banda Aceh saat ini?
“Tantangan terbesar bukan hanya membangun,tapi memastikan keadilan—agar semua warga merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali.”
6. Bagaimana soal ekonomi dan kesejahteraan masyarakat?
“Ekonomi harus tumbuh dari bawah. UMKM, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil harus jadi prioritas,bukan hanya sektor besar.”
7. Apa pesan untuk generasi muda Banda Aceh?
“Anak muda adalah masa depan kota ini. Kami ingin mereka kreatif, mandiri, dan berani mengambil peran dalam pembangunan.”
8. Bagaimana soal transparansi dan anggaran?
“Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Setiap rupiah anggaran harus jelas manfaatnya dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik.”
9. Apa komitmen DPRK ke depan?
“Kami akan memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.”
10. Pesan langsung untuk masyarakat Banda Aceh?
“Kemajuan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa sendiri—partisipasi masyarakat adalah kunci. Banda Aceh Adalah Kota kita,Mari kita Jaga bersama Kota Kita Tercinta,”.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-I-DPRK-Banda-Aceh-Daniel-Abdul-Wahab-2026.jpg)