Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Timur

26 Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, Bisa Picu Karhutla, Ini Sebaran Lokasinya

Mayoritas titik panas memiliki tingkat kepercayaan tinggi, berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
HOTSPOT DI ACEH - Tangkapan layar peta sebaran titik panas atau hotspot di Provinsi Aceh. dari 41 titik panas di Aceh, 26 hotspot berada di Aceh Timur. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG mendeteksi 26 titik panas di Aceh Timur dari total 41 hotspot di Aceh.
  • Mayoritas titik panas memiliki tingkat kepercayaan tinggi, berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
  • Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api serta segera melapor jika ada indikasi kebakaran.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBNEWS.COM, IDI - Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh merilis data terbaru satelit hasil pantauan sensor modis dari Satelit Terra Aqua, dan Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.

Data satelit terbaru menunjukkan kondisi mengkhawatirkan terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Timur pada Jumat (24/4/2026).

Dari total 41 titik panas atau hotspot di Aceh, terdeteksi 26 titik berada di Kabupaten Aceh Timur.

Itu berarti, 63 persen titik panas tersebar di wilayah tersebut.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Kecamatan Serbajadi 6 titik
  • Kecamatan Peureulak 5 titik
  • Peunaron 5 titik
  • Birem Bayeun 3 titik
  • Rantau Selamat 2 titik
  • Banda Alam 3 titik
  • Ranto Peureulak 1 titik
  • Simpang Jernih 1 titik

Baca juga: Waspadai Karhutla! Cuaca Panas Diprediksi Landa Aceh Hingga Awal April 2023, BMKG Temukan 15 Hotspot

Mayoritas titik panas terdeteksi dengan tinggkat kepercayaan tinggi yakni mencapai angka 8.

 Artinya, situasi ini berpotensi menyebabkan kebakaran lahan dan hutan secara signifikan di wilayah Kabupaten Aceh Timur

Prakiwaan BMKG Malikussaleh, Aceh Utara, Ricky Nadiansyah menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh musim kemarau yang melanda.

"Titik panas (hotspot) muncul karena ada lokasi atau koordinat dengan suhu permukaannya yang jauh lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya," tutur Ricky.

Ia melanjutkan, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau sebisa mungkin tidak membakar sampah sembarangan.

Apalagi membuka lahan dengan cara dibakar agar menghindari potensi kebakaran hutan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Tiga Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran kepada pihak berwenang setempat.(*) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved