Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Barat

Aceh Barat Optimalkan AMP Mini untuk Tambal Jalan Berlubang

Pemkab Aceh Barat mengoperasikan mesin AMP mini untuk mempercepat penanganan jalan berlubang.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
AMP MINI - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM meninjau mesin Asphalt Mixing Plant (AMP) mini milik Dinas PUPR di Jalan Manekroo, Meulaboh, Jumat (24/4/2026). AMP mini tersebut akan digunakan untuk mempercepat penambalan jalan berlubang di wilayah tersebut. Foto/Dok Kominsa 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Barat mengoperasikan mesin AMP mini untuk mempercepat penanganan jalan berlubang.
  • Metode patching dengan aspal dinilai lebih efektif dibanding semen, serta sesuai kondisi anggaran terbatas.
  • Perbaikan difokuskan di Meulaboh lalu dilanjutkan ke kecamatan lain demi kelancaran mobilitas warga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mulai memperkuat penanganan infrastruktur jalan melalui pengoperasian mesin Asphalt Mixing Plant (AMP) mini milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

Langkah ini menjadi strategi untuk mempercepat perbaikan jalan berlubang yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, Jumat (24/4/2026), mengatakan, bahwa penggunaan AMP mini akan difokuskan pada metode patching atau penambalan jalan rusak.

Metode ini dinilai lebih efektif dibandingkan penggunaan semen yang sebelumnya digunakan.

Karena material aspal memiliki daya tahan lebih baik serta mampu menyatu dengan struktur jalan yang ada.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang terbatas membuat pemerintah tidak dapat melakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh pada semua ruas jalan rusak. 

Baca juga: Gunakan Dana Pribadi, Relawan PMI Langsa Tambal Jalan Berlubang di Paya Bujok Beuramo

Oleh karena itu, pendekatan perbaikan bertahap melalui penambalan menjadi solusi realistis untuk menjaga kualitas jalan tetap layak dilalui.

“Jumlah jalan berlubang di Aceh Barat cukup banyak,” beber dia. 

“Dengan kondisi anggaran saat ini, kita harus memilih metode yang efektif agar penanganan bisa dilakukan secara merata,” ujarnya.

Pengadaan AMP mini tersebut menelan anggaran sekitar Rp 400 juta yang mencakup tiga unit peralatan, termasuk satu unit AMP mini yang bersifat mobile. 

Keunggulan alat ini memungkinkan proses produksi aspal dilakukan lebih dekat dengan lokasi perbaikan, sehingga mempercepat pekerjaan di lapangan.

Pada tahap awal, perbaikan difokuskan pada ruas jalan di kawasan Kota Meulaboh yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. 

Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan ke wilayah kecamatan yang juga mengalami kerusakan jalan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved