Minggu, 26 April 2026

Berita Banda Aceh

HKB 2026, BNPB Tanam 2.257 Aneka Bibit Pohon di Banda Aceh

BNPB menanam sebanyak 2.257 aneka bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
MENANAM POHON – Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, di bantaran Krueng Lamnyong, di Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (25/4/2026). 

Ringkasan Berita:Badan Nasional Penanggulangan Bencana menanam 2.257 bibit pohon di Banda Aceh pada peringatan HKB 2026 sebagai upaya mitigasi bencana berbasis vegetasi.
 
Kegiatan simbolis dipimpin Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal dan Forkopimda di Simpang Mesra.
 
Penanaman pohon diharapkan jadi gerakan berkelanjutan—minimal satu pohon per keluarga per tahun—karena vegetasi terbukti mengurangi dampak banjir, longsor, dan tsunami.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanam sebanyak 2.257 aneka bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, yang dipusatkan di Kota Banda Aceh, Sabtu (25/4/2026).

Adapun jenis pohon yang ditanam pada kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” antara lain pohon Tabebuya, Mangga, Cemara Laut, Ketapang dan Jeumpa.

Secara simbolis, pelaksanaan penanaman bibit pohon dilakukan di wilayah Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala. 

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian, bersama jajaran pejabat tinggi di lingkungan BNPB dan Illiza Sa'aduddin Djamal selaku Walikota Banda Aceh serta jajaran Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Rustian menyampaikan, bahwa sejumlah bencana yang terjadi, dapat dikurangi dampaknya apabila wilayah tersebut masih banyak ditanami pepohonan.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Tak Bergerak Lagi Hari Ini, 25 April 2026 TetapDijual Segini Per Mayam

“Banyak terjadi bencana tsunami dan banjir. Salah satu cara untuk menghambat laju air dan material yang datang adalah dengan adanya pepohonan,” ujarnya.

Sebagai contoh, pengurangan dampak bencana dengan berbasi vegetasi adalah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu di wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Di mana pohon yang banyak ditanam, kerusakan tidak begitu parah, dibandingkan dengan (pemukiman) yang langsung terbuka tidak ada pohonnya sehingga sebabkan kehilangan harta benda dan nyawa,” imbuhnya.

Harapannya dengan kegiatan penanaman ini, masyarakat dapat turut berperan aktif melakukan penanaman pohon dan merawatnya.

"Jumlah bibit 2.257 batang pohon yang diberikan ini adalah pemicu, harapan kami penanaman pohon ini bisa terus berlanjut, setidaknya satu pohon per tahun per keluarga, agar upaya mitigasi jangka panjang terbangun dari lingkup keluarga dan komunitas," jelasnya.

Baca juga: Keseruan Honda Vaganza di Banda Aceh, Hadirkan Promo, Game hingga Konvoi

Risiko pengurangan bencana

Sementara itu, Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengungkap bahwa sejarah membuktikan banyaknya pohon yang ditanam berguna sebagai pelindung dan dapat mengurangi tekanan arus gelombang tsunami yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu.

“Kita ingat betul pohon-pohon ini bagian dari risiko pengurangan bencana, seperti adanya mangrove dan pohon-pohon yang tegak ketika gempa tsunami," ucap Illiza.

Illiza menambahkan, bahwa Kota Banda Aceh telah memiliki gampong pro iklim, di mana dalam pengelolaannya Illiza mengajak para perempuan untuk tangguh terhadap bencana seperti menanam pohon, mengelola sampah dan sebagainya.

“Karena menjaga lingkungan bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Vegetasi hari ini bukan sekadar penghijauan, tapi benteng alami kota yang menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko bencana serta warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.(*)

Baca juga: Sosok Raja Khatami asal Bireuen, Merintis Bisnis dari Muda Hingga Jatuh Cinta pada Gadis Pidie

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved