Selasa, 28 April 2026

Banda Aceh

Sambut HKB 2026, GEN-A Perkuat Kapasitas Riset Fasilitator Tangguh Bencana

Sebanyak 30 peserta yang merupakan mahasiswa calon anggota dan pengurus FASTANA-TDMRC USK mengikuti pelatihan ini...

Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
LATIH FASILITATOR - Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) melatih Fasilitator Tangguh Bencana dalam keterampilan riset dasar di Auditorium Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng, TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (25/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • GEN-A melatih 30 fasilitator tangguh bencana dalam keterampilan riset dasar di USK sebagai bagian dari rangkaian HKB 2026.
  • Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan menyusun kuesioner, mengolah data, dan membuat laporan berbasis riset.
  • Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator agar program kebencanaan lebih terukur dan berdampak nyata.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) melatih Fasilitator Tangguh Bencana dalam keterampilan riset dasar di Auditorium Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng, TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (25/4/2026).

Sebanyak 30 peserta yang merupakan mahasiswa calon anggota dan pengurus FASTANA-TDMRC USK mengikuti pelatihan ini. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas riset sebagai bagian penting dalam mendukung program edukasi dan respons kebencanaan berbasis data.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta terkait penyusunan skala evaluasi seperti pre-test dan post-test, melatih pembuatan instrumen kuesioner yang sistematis dan terstruktur, serta meningkatkan kemampuan dalam mengolah dan menginterpretasikan data. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan menyusun poster ilmiah atau impact report berbasis data sebagai bentuk pelaporan kegiatan yang lebih akuntabel.

Narasumber utama, Agustian Hasnan Hakim selaku Manager Departemen Penelitian dan Pengembangan GEN-A, menekankan bahwa kemampuan riset menjadi fondasi penting dalam setiap intervensi kebencanaan.
“Program yang baik tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga harus diukur dampaknya. Di sinilah peran riset menjadi penting agar setiap kegiatan memiliki dasar data yang kuat,” ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yakni knowledge melalui pemaparan materi, skills melalui demonstrasi pembuatan kuesioner dan pengolahan data, serta simulation melalui praktik kelompok. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu langsung mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

Dalam sesi praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun instrumen sederhana, melakukan simulasi pengolahan data, serta merancang visualisasi hasil dalam bentuk poster ilmiah.

Kegiatan ini turut difasilitasi oleh anggota GEN-A, yaitu Putro Davina Yasmin, Inayah Alya, Chairul Azmi, dan Wildan Mubarok, yang mendampingi peserta selama proses diskusi dan praktik berlangsung.

General Coordinator FASTANA-TDMRC USK, Farhan, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas fasilitator muda di bidang kebencanaan.

“Kami ingin fasilitator tidak hanya mampu menyampaikan materi di lapangan, tetapi juga mampu mengevaluasi dan membuktikan dampak dari kegiatan yang dilakukan. Ini penting untuk keberlanjutan program,” katanya.

Baca juga: GEN-A Edukasi Standar Jurnalisme Warga bagi Penyintas Bencana di Takengon

Sementara itu, Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa penguatan kapasitas berbasis riset merupakan bagian dari upaya profesionalisasi gerakan edukasi kebencanaan.
“Ke depan, kerja-kerja kemanusiaan harus semakin berbasis data. Dengan kemampuan riset dasar, fasilitator dapat memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian HKB 2026 yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, GEN-A dan FASTANA-TDMRC USK berharap dapat melahirkan fasilitator tangguh yang tidak hanya komunikatif di lapangan, tetapi juga mampu merancang, mengukur, dan melaporkan program secara sistematis dan berbasis data.(rel/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved