Jumat, 1 Mei 2026

Nagan Raya

Ibunda Bayi Alami Bocor Jantung di Nagan Raya Harapkan Bantuan Dermawan dan Pemerintah

Muhammad Rafasya Afkar (6 bulan) bayi asal Desa Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya...

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
BAYI - Bayi jantung bocor dari Darul Makmur, Nagan Raya butuh uluran tangan dermawan, Kamis (30/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bayi Nagan Raya, Muhammad Rafasya Afkar (6 bulan), menderita jantung bocor sejak lahir dan membutuhkan operasi.
  • Keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas kesulitan menanggung biaya pengobatan yang mencapai Rp3–5 juta per sekali berobat.
  • Orang tua berharap bantuan pemerintah dan dermawan agar operasi dapat segera dilakukan.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Muhammad Rafasya Afkar (6 bulan) bayi asal Desa Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya mengalami bocor jantung.

Keluarga dari keterbatasan  tersebut berharap adanya bantuan dari dermawan dan pemerintah untuk biaya berobat sang anak.

Di usianya yang masih sangat belia, Muhammad Rafasya Afkar belum memahami dunia, namun ia sudah harus berjuang melawan penyakit jantung bocor yang dideritanya.

Di balik keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya, Eki Sanjaya dan Feni Sarlina, hanya bisa berharap keajaiban datang. 

Setiap hari mereka dibayangi kecemasan, memikirkan bagaimana cara agar sang buah hati bisa terus berobat.

Feni mengungkapkan, anaknya telah mengalami penyakit bocor jantung sejak lahir.

"Namun, pada awalnya keluarga tidak mengetahui kondisi tersebut," ujar Feni kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Hingga akhirnya pihak medis mengatakan jika putranya itu mengalami bocor jantung, sehingga dokter menyarankan agar Rafasya untuk menjalani operasi.

“Sejak keluarga mengetahui anak mengalami bocor jantung pada usia 2 bulan, sampai sekarang sudah berusia 6 bulan, kami masih sering keluar masuk rumah sakit, termasuk ke Banda Aceh untuk membawanya berobat," ungkap Feni.

Di sisi lain, kehidupan keluarga kecil ini jauh dari kata cukup, Eki yang merupakan sang ayah hanya bekerja sebagai buruh panen di kebun milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu.

Baca juga: Kapolres Nagan Raya Diskusi dengan Influencer, Perkuat Sinergi Informasi Positif di Medsos 

Sementara sang ibunya Feni, hanya bisa merawat Rafasya di rumah dan ia terus mendampingi setiap detik perjuangan anaknya melawan penyakit.

Namun, biaya yang dibutuhkan bukanlah jumlah kecil bagi keluarga ini. 

Dalam sekali berobat, mereka bisa menghabiskan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved