Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Rita Mayasari Dorong Regenerasi Perajin Rencong di Aceh Besar

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Tanoh Rencong”, keberadaan kerajinan ini dinilai perlu terus dijaga.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Istimewa
PEGANG RENCONG - Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Besar Hj Rita Mayasari, Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Nurul Fazli, SAg, Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti memegang rencong saat mengunjungi sentra perajin hiasan senjata tradisional Aceh rencong di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (30/04/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, mendorong pentingnya regenerasi perajin rencong saat mengunjungi sentra kerajinan hiasan senjata tradisional Aceh di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (30/4/2026).

Rencong sebagai senjata khas Aceh tidak hanya memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat, tetapi juga berkembang menjadi souvenir unggulan yang diminati wisatawan.

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Tanoh Rencong”, keberadaan kerajinan ini dinilai perlu terus dijaga.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sendiri telah mencatatkan rencong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori Ekspresi Budaya Tradisional di Kementerian Hukum RI. Dengan demikian, rencong memiliki perlindungan hukum dan tidak dapat diklaim oleh pihak lain.

Di Desa Baet Mesjid, tradisi pembuatan rencong masih bertahan melalui industri rumahan yang diwariskan secara turun-temurun. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya, Rita Mayasari menegaskan bahwa regenerasi perajin menjadi kunci agar tradisi tersebut tidak punah.

“Kerajinan rencong ini bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga menjaga identitas dan warisan budaya Aceh. Kami berharap para pengrajin dapat menyiapkan generasi penerus agar tradisi ini tetap hidup,” ujarnya.

Ia juga mengajak para perajin untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas rencong.

“Kita boleh mengikuti tren, tetapi jangan sampai keaslian rencong sebagai budaya Aceh berubah,” tambahnya.

Baca juga: Pertama Kalinya, AS akan Mengebom Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle jika Perang Berlanjut

Baca juga: Harga Minyakita Naik, di Aceh Singkil Rp 21 Ribu Per Liter 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved