Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Pertama Kalinya, AS akan Mengebom Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle jika Perang Berlanjut

Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah berani: mengerahkan rudal hipersonik jarak jauh untuk pertama kalinya ke

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Centom
Rudal hipersonik jarak jauh Angkatan Darat AS dijuluki Dark Eagle memiliki jangkauan sekitar 1.725 mil. Senjata ini dirancang khusus untuk serangan presisi konvensional jarak jauh terhadap target yang sensitif waktu dan dilindungi pertahanan ketat.  
Ringkasan Berita:
  • Permintaan pengerahan ini diajukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Alasannya, Iran disebut telah memindahkan peluncur rudalnya ke luar jangkauan senjata Serangan Presisi AS yang selama ini mampu menghantam target hingga lebih dari 300 mil. Informasi tersebut diungkapkan sumber yang mengetahui langsung permintaan itu kepada Bloomberg.
  • Jika disetujui, langkah ini akan menandai debut operasional rudal hipersonik AS—meski sistem tersebut belum sepenuhnya dinyatakan siap tempur.

 

SERAMBINEWS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah berani mengerahkan rudal hipersonik jarak jauh untuk pertama kalinya ke Timur Tengah, dengan sasaran potensial peluncur rudal balistik Iran yang tertanam jauh di wilayahnya.

Permintaan pengerahan ini diajukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Alasannya, Iran disebut telah memindahkan peluncur rudalnya ke luar jangkauan senjata Serangan Presisi AS yang selama ini mampu menghantam target hingga lebih dari 300 mil.

Informasi tersebut diungkapkan sumber yang mengetahui langsung permintaan itu kepada Bloomberg.

Jika disetujui, langkah ini akan menandai debut operasional rudal hipersonik AS meski sistem tersebut belum sepenuhnya dinyatakan siap tempur.

Baca juga: Harga BBM AS Melonjak Tajam Dampak Perang Iran, Trump Janji Akan Turun Drastis!

Permintaan itu sendiri belum dipublikasikan. Di sisi lain, AS dan Iran masih menjalani gencatan senjata rapuh sejak 8 April. Namun, Presiden Donald Trump berulang kali mengancam akan kembali menyalakan konflik, menyusul perundingan damai yang buntu.

Rudal hipersonik jarak jauh Angkatan Darat AS dijuluki Dark Eagle memiliki jangkauan sekitar 1.725 mil. Senjata ini dirancang khusus untuk serangan presisi konvensional jarak jauh terhadap target yang sensitif waktu dan dilindungi pertahanan ketat. 

Setiap unit rudal diperkirakan berharga sekitar US$15 juta, dengan jumlah total yang tersedia tak lebih dari delapan. Satu baterai sistemnya bahkan bisa menelan biaya hingga US$2,7 miliar.

Negara-negara pesaing seperti Rusia dan Tiongkok dilaporkan telah lebih dulu mengoperasikan senjata hipersonik. Hingga berita ini diturunkan, CENTCOM belum menanggapi permintaan komentar.

Di tengah dinamika itu, Trump juga memperketat blokade ekspor minyak Iran yang telah berlangsung 16 hari. Langkah tersebut diambil setelah Washington menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional sembari menunda pembahasan nuklir.

“Blokade ini jenius, oke? Blokade ini 100 persen sempurna,” kata Trump kepada wartawan. “Sekarang mereka harus menyerah. Cukup katakan, ‘Kami menyerah.’”

Seorang perwira Angkatan Darat yang hadir dalam sebuah acara—dan tak disebutkan namanya—mengungkapkan bahwa Dark Eagle membawa hulu ledak di bawah 30 pon, relatif kecil untuk senjata jarak jauh.

Menurutnya, daya hancur utama justru berasal dari energi kinetik saat proyektil meluncur dengan kecepatan hipersonik. Dampaknya diperkirakan setara area seluas tempat parkir.

Perwira itu juga menyebut Dark Eagle mampu menempuh jarak targetnya dalam kurang dari 20 menit. Meski pengembangannya sempat berulang kali tertunda, Angkatan Darat AS menargetkan sistem ini beroperasi pada akhir Tahun Fiskal 2025.

Saat ini, satu baterai telah ditempatkan di Fort Lewis, sementara satu baterai lainnya dijadwalkan menyusul tahun ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved