Sabtu, 2 Mei 2026

Banda Aceh

Korban Penipuan Aplikasi Kencan Lapor ke Satpol PP-WH Banda Aceh, Begini Modusnya

Seorang akun anonim yang melapor melalui direct message (DM) atau pesan langsung ke Instagram resmi Satpol PP-WH...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
SATPOL PP - Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal. Korban Penipuan Aplikasi Kencan Lapor ke Satpol PP-WH Banda Aceh, Begini Modusnya. 

 

Ringkasan Berita:
  • Seorang akun anonim melaporkan dugaan penipuan dan pemerasan di kawasan Batoh, Banda Aceh, melalui DM ke Instagram Satpol PP-WH.
  • Pelaku diduga menggunakan aplikasi MiChat untuk menjebak korban, lalu memeras uang hingga Rp1 juta dengan ancaman pengeroyokan.
  • Kasus ini masih didalami, dan masyarakat diimbau waspada serta berani melapor agar kejahatan serupa dapat dihentikan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang akun anonim yang melapor melalui direct message (DM) atau pesan langsung ke Instagram resmi Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, terungkap adanya dugaan praktik penipuan dan pemerasan yang meresahkan di kawasan Batoh, Kecamatan Lueng Bata.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi mengatakan, sejauh ini belum ada saksi yang diperiksa, namun masih dalam proses pendalaman. “Betul, ini sedang kita dalami ya,” jelas Rizal saat dihubungi, Jumat (1/5/2026).

Ia memaparkan, warga tersebut dalam laporannya membeberkan modus licin komplotan yang diduga sudah beraksi selama hampir tiga tahun.

“Pelaku menggunakan aplikasi kencan MiChat untuk memancing korban dengan tawaran 'booking online'. Namun, alih-alih kesepakatan yang didapat, korban justru dijebak saat bertemu di lokasi,” ujar Rizal.

"Mereka komplotan, ambil uang korban lalu lari. Kalau tidak dikasih, mereka bakal manggil kawan lelakinya untuk mengeroyok ramai-ramai," tambahnya menirukan isi pesan pelapor.

Nominal uang yang diperas dari korban bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga mencapai Rp1 juta per orang. Anehnya, meski sudah banyak yang menjadi korban, sebagian besar dari mereka enggan melapor ke pihak berwajib karena merasa malu dengan latar belakang kasus tersebut. 

“Kondisi inilah yang diduga membuat komplotan tersebut tetap eksis dan terus mencari mangsa baru,” ungkap Rizal.

Baca juga: Diduga Jadi Tempat Maksiat, Warung Ayam Geprek di Lueng Bata Digerebek Satpol PP-WH Banda Aceh

Satpol PP-WH Banda Aceh juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang jelas-jelas melanggar syariat Islam, termasuk melalui aplikasi kencan atau media sosial seperti dalam kasus ini.

Setiap interaksi daring memiliki potensi risiko, terutama jika melibatkan pertemuan langsung dengan orang yang belum dikenal. 

“Warga diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan tidak memberikan informasi pribadi maupun uang kepada pihak yang mencurigakan, guna menghindari risiko kriminalitas yang membahayakan nyawa dan materi,” pesan Rizal. 

Selain itu, masyarakat diminta untuk berani melaporkan setiap bentuk penipuan atau pemerasan yang dialami, tanpa rasa malu atau takut. Laporan dari korban sangat penting untuk membantu aparat menindak tegas komplotan yang meresahkan ini.

“Dengan adanya keberanian melapor, diharapkan rantai kejahatan dapat segera diputus dan tidak ada lagi korban baru yang jatuh dalam jebakan serupa,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved