Kamis, 4 Juni 2026

Lhokseumawe

Kunjungi Gudang Bulog Lhokseumawe, TA Khalid Pastikan Stok Pangan Aceh Aman

Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, memastikan stok pangan di Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
KUNJUNGAN KERJA – Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, mengunjungi Gudang Perum Bulog di Desa Ulee Blang Mane, Kota Lhokseumawe, dalam rangka kunjungan kerja DPR RI masa sidang IV tahun 2025–2026, Minggu (3/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI TA Khalid memastikan stok pangan Aceh aman hingga akhir 2026, dengan cadangan beras mencapai 117.967 ton.
  • Ia mendorong pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dan gudang penyimpanan untuk memperkuat kemandirian serta antisipasi bencana.
  • Selain itu, Aceh juga dinilai perlu memiliki refinery CPO guna mengurangi ketergantungan minyak goreng dari luar daerah.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, memastikan stok pangan di Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026. Kepastian itu disampaikan usai kunjungan kerja masa sidang IV tahun 2025–2026 ke Gudang Perum Bulog di Desa Ulee Blang Mane, Kota Lhokseumawe, Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan data Bulog se-Aceh, posisi stok beras saat ini mencapai 117.967 ton. Sementara realisasi pengadaan dalam negeri sejak awal tahun tercatat 84.635 ton atau 63,02 persen dari target.

TA Khalid menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan Aceh berada pada level yang baik. Namun, ia mendorong langkah strategis agar kemandirian pangan semakin kuat, salah satunya dengan menghadirkan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern di Aceh.

“Sudah saatnya Bulog Aceh memiliki RMU. Gabah kita melimpah, masa tidak ada penggilingan sendiri untuk menjaga kualitas produk,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran RMU akan meningkatkan standar kualitas beras sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Ia juga mendorong pembangunan gudang penyimpanan di setiap kabupaten/kota, mengingat Aceh merupakan daerah rawan bencana.

“Kalau tidak ada cadangan beras saat bencana, itu bisa memicu kepanikan di masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: VIDEO - TA Khalid Ajak Masyarakat Aceh Kembangkan Sapi Lokal

Selain sektor beras, dalam kunjungan ini TA Khalid turut menyoroti potensi besar komoditas kelapa sawit di Aceh. Ia menilai daerah ini sudah saatnya memiliki fasilitas refinery (kilang minyak) untuk mengolah crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng siap konsumsi.

“Aceh melimpah CPO, tapi kenapa tidak kita olah sendiri. Kita bisa bangun refinery untuk memenuhi kebutuhan lokal, bahkan jika kompetitif bisa dijual ke daerah lain seperti Medan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan refinery akan mengurangi ketergantungan pasokan minyak goreng dari luar daerah serta memperkuat ekonomi lokal.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Alhori, menyampaikan bahwa stok beras saat ini merupakan yang tertinggi sejak Bulog Aceh berdiri. Ia juga menyebutkan sisa target pengadaan tahun 2026 diperkirakan minimal 49.654 ton.

“Stok Bulog Aceh saat ini merupakan stok tertinggi sejak Bulog Aceh berdiri,” katanya.

Terkait usulan infrastruktur seperti RMU, Alhori mengaku pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemda. Sebab, untuk pembangunan infrastruktur setidaknya membutuhkan lahan terlebih dahulu.

“Untuk infrastruktur seperti RMU, saat ini kami tindaklanjuti dengan koordinasi bersama Pemda terkait lahan, dan lain-lain. Prinsipnya Bulog siap,” tegasnya.

Dengan kondisi stok yang melimpah serta dukungan penguatan infrastruktur, Bulog optimistis ketahanan pangan Aceh tetap terjaga, sekaligus membuka peluang menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved