Selasa, 5 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Perhiasan di Kabupaten Aceh Timur Stagnan, Antam Turun Tipis

"Selama mereka masih perang, harga emas tertekan, emas perhiasan yang mengikuti harga pasar lokal saja ini salam seminggu terakhir stagnan,

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Kalung perhiasan emas di toko emas Tiara, Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, Senin (4/5/2026). 

 


Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga emas perhiasan di Kabupaten Aceh Timur stagnan selama sepekan terakhir, sementara Logam Mulia (LM) Antam turun tipis pada, Senin (4/5/2026). 

Muliadi penjual emas di toko Tiara Idi Rayeuk, menjelaskan harga emas belum bisa bersinar selama konflik Iran dan Amerika Serikat belum usai. 

"Selama mereka masih perang, harga emas tertekan, emas perhiasan yang mengikuti harga pasar lokal saja ini salam seminggu terakhir stagnan, tidak ada pergerakan," tuturnya. 

Adapun harga emas perhiasan tipe 99 Rp 8.300.000 per mayam, emas tipe A Rp 8.000.000 per mayam.

Untuk LM batangan lokal Rp 2.495.000 per gram. 

Berbeda dengan yang lainnya, emas Antam mengalami penurunan tipis, yakni Rp 1.000 dalam setiap gram, harga awalnya Rp 2.796.000 turun menjadi Rp 2.795.000 per gram.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Sudah 4 Hari Tak Bergerak, Hari Ini 4 Mei 2026 Tetap Dijual Segini PerMayam

Harga Emas Dunia Anjlok

Untuk diketahui harga emas dunia di pasar spot terus melemah, pantauan di Bloomberg market gold pada Senin ini, LM, harga emas dunia diharga US$ 4.596,9 per troy ons, turun 0,3 persen dari harga sebelumnya. 

Anjloknya harga emas ini, diakibatkan oleh perang Antara Iran dan Amerika Serikat hingga penutupan Selat Hormuz, yang menyebabkan terjadinya krisis energi. 

Banyak investor meninggalkan emas untuk mengamankan cadangan minyak, hingga membuat aksi jual emas yang menyeluruh dan harga menjadi anjlok. 

Sejak perang meletus, pada akhir Februari lalu, harga emas sudah ambruk sekitar 12 persen.

Jika situasi tak kunjung mereda dunia akan ada resiko inflasi tinggi akibat kenaikan energi, dan bank sentral akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter. 

Memegang emas saat suku bunga turun kurang menguntungkan karena emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non yielding asset.

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved