Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bireuen

Mahasiswa Teknik Sipil Umuslim Belajar Mitigasi Bencana di BPBD Bireuen

Menurutnya, mahasiswa Teknik Sipil memiliki peran penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana, terutama dalam perencanaan bangunan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
KULIAH LAPANGAN - Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Umuslim Peusangan Bireuen, Selasa (5/5/2026) melaksanakan kuliah lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bireuen. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Almuslim (Umuslim) melaksanakan kuliah lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bireuen, Selasa (5/5/2026).
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Mitigasi Bencana yang diasuh oleh Cut Azizah.
  • Kedatangan mahasiswa disambut oleh Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Marwan, bersama Fadli (Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan) serta M Jani (Staf BPBD sekaligus Danpos Damkar Wilayah Juli).

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Almuslim (Umuslim) melaksanakan kuliah lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bireuen, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Mitigasi Bencana yang diasuh oleh Cut Azizah.

Kedatangan mahasiswa disambut oleh Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Marwan, bersama Fadli (Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan) serta M Jani (Staf BPBD sekaligus Danpos Damkar Wilayah Juli).

Dalam sambutannya, Marwan menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa Teknik Sipil Umuslim. Ia juga memberikan motivasi agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami praktik penanggulangan bencana secara langsung.

Menurutnya, mahasiswa Teknik Sipil memiliki peran penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana, terutama dalam perencanaan bangunan, infrastruktur, drainase, jalan, jembatan, dan fasilitas publik yang lebih aman.

“Ilmu teknik sipil sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana, terutama pada tahap prabencana melalui perencanaan infrastruktur yang aman dan sesuai dengan kondisi wilayah,” ujarnya.

Baca juga: BAN-PT Asesmen Prodi Akuakultur FP Umuslim, Rektor Bidik Akreditasi Unggul

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Bireuen memberikan materi terkait pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta penanganan darurat.

Mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai tugas dan fungsi BPBD dalam tiga tahap penanggulangan bencana, yaitu prabencana, saat bencana, dan pascabencana.

Pada tahap prabencana, BPBD berperan dalam pencegahan, edukasi masyarakat, pemetaan risiko, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Saat bencana, BPBD menjalankan fungsi koordinasi tanggap darurat, evakuasi, penanganan korban, pendataan, dan dukungan logistik.

Sementara pada tahap pascabencana, BPBD berperan dalam pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Selain penyampaian materi di ruang pertemuan, mahasiswa juga diajak melihat langsung berbagai peralatan kebencanaan milik BPBD.

Mereka memperoleh penjelasan mengenai fungsi peralatan yang digunakan dalam penanganan darurat dan evakuasi, serta mengunjungi gudang logistik untuk melihat kesiapan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved