Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Mahasiswa Malaysia Belajar Tata Kelola Zakat di Baitul Mal Aceh

Kedatangan rombongan mahasiswa Malaysia yang dipimpin Dr Md Yazid bin Ahmad itu diterima Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M Nasir

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA – Mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang dipimpin Dr Md Yazid bin Ahmad foto bersama dengan Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M Nasir, yang didampingi Kepala Bagian Umum, Didi Setiadi saat mengunjungi kantor Baitul Mal Aceh, Rabu (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 28 mahasiswa UKM dan FEB USK mengunjungi Baitul Mal Aceh untuk mempelajari tata kelola zakat, wakaf, dan dana umat.
  • BMA memaparkan sistem pengelolaan zakat di Aceh yang terstruktur, transparan, dan menjadi bagian kekhususan daerah.
  • Kunjungan ini memperkuat pertukaran ilmu dan memberi wawasan praktis bagi mahasiswa terkait pengelolaan zakat lintas negara.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 18 mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) bersama 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) mengunjungi Baitul Mal Aceh, Rabu (6/5/2026). 

Saat ini para mahasiswa tersebut sedang menempuh mata kuliah Pentadbiran Zakat, Wakaf dan Baitul Mal.

Kedatangan rombongan mahasiswa Malaysia yang dipimpin Dr Md Yazid bin Ahmad itu diterima Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M Nasir, didampingi Kepala Bagian Umum, Didi Setiadi.

Adapun kunjungan akademik ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terkait tata kelola zakat, wakaf, dan Baitul Mal, khususnya yang diterapkan di Aceh sebagai daerah dengan kekhususan dalam pelaksanaan syariat Islam.

Anggota Badan BMA, Fahmi M Nasir memaparkan peran strategis Baitul Mal Aceh sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengelola zakat, infak, wakaf, serta harta keagamaan lainnya.

“Baitul Mal Aceh hadir sebagai lembaga resmi yang mengelola dana umat secara terstruktur, profesional, dan berdasarkan regulasi khusus yang menjadi bagian dari keistimewaan Aceh,” ujar Fahmi.

Baca juga: BERITA POPULER - Kisah Pemuda Aceh yang Merajai Peringkat Satu Google, Bantuan Usaha Baitul Mal

Ia menjelaskan, sistem pengelolaan zakat di Aceh mencakup proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pengawasan yang dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Menurut Fahmi, kunjungan akademik seperti ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pertukaran ilmu dan pengalaman antarnegara, khususnya dalam bidang pengelolaan dana umat.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini bukan hanya sekadar studi lapangan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam pengelolaan zakat yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Fahmi.

Sementara itu, para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi.

Mereka aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait mekanisme pendistribusian zakat di Aceh, serta membandingkannya dengan sistem yang berlaku di Malaysia.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif dan pengalaman empiris bagi para mahasiswa, sehingga menjadi referensi dalam pengembangan studi maupun praktik pengelolaan zakat di masa mendatang,” pungkas Fahmi. (*)

Baca juga: VIDEO - Baitul Mal–Disdukcapil Aceh Selatan Luncurkan Sim-Mas Terpadu, Layanan Mustahiq

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved