Berita Banda Aceh
Tebar Kasih Pada Makhluk, Tuai Kasih Pada Empunya Makhluk
Maka orang yang diberi keluasan dalam harta, kata Tgk Zulfikar, dia menebar kebaikan dan kasih sayangnya lewat harta, seperti berkurban di Idul Adha.
Ringkasan Berita:
- Tgk Zulfikar dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Maghfirah Banda Aceh mengajak umat menebar kasih sayang kepada sesama makhluk agar memperoleh kasih sayang Allah.
- Menurutnya, kasih sayang dapat diwujudkan melalui materi seperti berkurban saat Idul Adha maupun nonmateri dengan menghilangkan sifat buruk yang dapat menyakiti orang lain.
- Tgk Zulfikar mengingatkan bahwa harta dan umur merupakan titipan Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tebar kasih pada makhluk, tuai kasih pada empunya makhluk.
"Manlayarhamlayurham. Artinya: orang yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi," ujar Tgk Zulfikar dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Maghfirah Dusun Gano Gp Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, 8 Mei 2026.
"Untuk mendapatkan kasih sayang Tuhan, kita harus menebar kasih sayang kepada seluruh makhluk Tuhan.
Namun menebar kasih sayang bisa dengan materi, bisa dengan nonmateri," tambahnya.
Maka orang yang diberi keluasan dalam harta, kata Tgk Zulfikar, dia menebar kebaikan dan kasih sayangnya lewat harta, seperti berkurban di Idul Adha.
Pasalnya, pesan moral dari kurban itu adalah menebar kasih sayang kepada orang yang tidak ada keluasan di dalam harta.
Baca juga: VIDEO - Sedih! Dua Pelajar Ini Gunakan Baskom Sebagai Perahu demi Sekolah
"Sementara orang yang belum ada keluasan dalam harta, dia menebarkan kasih sayangnya lewat mengorbankan dengan menghilangkan segenap sifat-sifat kebinatangan.
Sifat tercela pada dirinya yang dapat menyakiti saudaranya," ungkap Tgk Zulfikar yang juga Dewan Guru Dayah Istiqamatuddin Darul Ma'arif Lamateuk.
Karna pada dasarnya apa yang telah dititipkan Allah baik itu berupa harta atau berupa umur yang telah di amanatkan, itu semua akan diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak.
"Sehingga bila titipan itu digunakan tepat pada tempatnya, maka titipan itulah yang menentukan tempatnya kita di akhirat kelak," pungkasnya. (*)
| Keuangan RSUZA Tidak Sehat, Utang Membengkak Rp 392 Miliar |
|
|---|
| PPDI Sebut Banyak Penyandang Disabilitas Masuk Desil 5-8, Dorong Pemerintah Mutakhirkan Data |
|
|---|
| Pansus DPRA Sorot Persoalan Pelayanan RSUDZA, Singgung Soal Utang dan Ketersediaan Obat |
|
|---|
| PT PEMA Perluas Bisnis melalui Investasi Jaringan Telekomunikasi |
|
|---|
| BPOM Audit Izin Penerapan CPOB pada Rumah Pangan Olahan di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/khatib-8-mei-2026.jpg)