Jumat, 8 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Pemuda Meunasah Masjid Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Bola

Namun, penolakan muncul karena lokasi pembangunan direncanakan berada di lapangan sepak bola desa.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. Pemuda
RAPAT TOLAK KMP DILAPANGAN BOLA : Sejumlah pemuda Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, menggelar rapat di Mesjid Al Mabrur desa setempat, memprotes rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) yang akan ditempatkan di lapangan sepak bola di desa tersebut, Kamis (7/5/2026). Dok Pemuda 

Ringkasan Berita:
  • Pemuda Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, menggelar rapat di Masjid Al Mabrur, Kamis (7/5/2026), untuk memprotes rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) yang akan ditempatkan di lapangan sepak bola desa setempat.
  • Ketua Pemuda Gampong Meunasah Masjid, Ridhwan, menegaskan bahwa pihak pemuda tidak menolak keberadaan gerai Koperasi Merah Putih di desa tersebut.
  • Menurutnya, pemuda mendukung penuh program pembangunan gerai koperasi sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE — Sejumlah pemuda Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, menggelar rapat di Masjid Al Mabrur, Kamis (7/5/2026), untuk memprotes rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) yang akan ditempatkan di lapangan sepak bola desa setempat.

Ketua Pemuda Gampong Meunasah Masjid, Ridhwan, menegaskan bahwa pihak pemuda tidak menolak keberadaan gerai Koperasi Merah Putih di desa tersebut.

Menurutnya, pemuda mendukung penuh program pembangunan gerai koperasi sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Koperasi dinilai dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Namun, penolakan muncul karena lokasi pembangunan direncanakan berada di lapangan sepak bola desa.

“Penolakan pemuda terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih di lapangan sepak bola berakar pada kekhawatiran hilangnya sarana olahraga. Warga menilai proyek ini mengalihfungsikan fasilitas umum penting dan dilakukan tanpa musyawarah terbuka,” ujar Ridhwan.

Baca juga: Wujudkan Kesejahteraan Pegawai, Imigrasi Takengon Gagas Pembentukan Koperasi Berbasis Kekeluargaan”

Ia menambahkan, lapangan sepak bola merupakan fasilitas vital bagi aktivitas fisik dan sosial generasi muda di desa.

Dalam hasil musyawarah pemuda Gampong Meunasah Masjid, seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap Program Nasional Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Meski demikian, pemuda dan tokoh masyarakat sepakat menolak pembangunan gerai koperasi di lahan lapangan sepak bola.

“Pemuda dan tuha peut sepakat pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih tidak dilaksanakan di lapangan bola kaki. Solusinya, pembangunan gerai agar dicarikan lahan lain di Gampong Meunasah Masjid,” kata Ridhwan.

Ia menegaskan, lapangan bola merupakan ruang publik yang penting untuk kegiatan olahraga, rekreasi, dan interaksi sosial masyarakat.

“Kami pemuda sangat mendukung Koperasi Merah Putih, tetapi jangan sampai mengorbankan lapangan bola. Olahraga adalah kebutuhan yang sama pentingnya dengan ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tuha Peut Gampong, Rusli AB, juga menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan gerai koperasi di area lapangan sepak bola.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved