Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Kapolda Aceh Dorong MAA Jadi Garda Penyelesaian Konflik Sosial Berbasis Adat

“Melalui sinergi yang baik antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat keamanan, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh dapat terus terjaga...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
HUMAS POLDA ACEH/ Serambinews.co/HO
MENGHADIRI PENGUKUHAN – Kapolda Irjen Pol Marzuki Ali Basyah saat menghadiri pengukuhan Pengurus MAA masa bhakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mendorong Majelis Adat Aceh (MAA) menjadi garda terdepan dalam penyelesaian konflik sosial berbasis adat istiadat.
  • Menurutnya, pendekatan kearifan lokal efektif menciptakan situasi aman, damai, dan kondusif di Aceh.
  • Hal ini disampaikan saat pengukuhan Pengurus MAA masa bhakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe Aceh, Sabtu (9/5/2026).
  • Kapolda menekankan peran MAA bukan hanya pelestari adat, tetapi juga penjaga stabilitas sosial dan keamanan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR  — Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendorong Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) menjadi salah satu garda terdepan dalam penyelesaian konflik sosial di Aceh dengan berbasis adat istiadat.

Ia menilai, penyelesaian berbasis kearifan lokal dapat menjadi langkah efektif dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Aceh.

“Melalui sinergi yang baik antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat keamanan, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh dapat terus terjaga serta menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis,” kata Irjen Marzuki. 

Hal itu disampaikan Kapolda saat menghadiri pengukuhan Pengurus MAA masa bhakti 2026–2031 di Pendopo Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menekankan pentingnya peran MAA tidak hanya sebagai lembaga pelestari adat dan budaya, tetapi juga sebagai lembaga dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Aceh.

Menurutnya, pengurus MAA yang baru dikukuhkan diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Aceh, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Selain Kapolda Aceh, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting Aceh, di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Sahli Kodam Iskandar Muda, Ketua Komisi VII DPRA, Plt Karo Hukum Setda Aceh, serta jajaran pengurus MAA Aceh yang baru dikukuhkan.(*)

Baca juga: Diduga Aniaya Pelajar, Gadjah Puteh Desak Kapolda Aceh Tindak Tegas Oknum Polisi dan Dua Anaknya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved