Minggu, 10 Mei 2026

Berita Pidie

4 Kali Banjir Terjang 18 Desa

Sibral Malasyi MA memaparkan, bahwa Pidie Jaya diterjang banjir empat kali secara berulang sehingga menyebabkan 18 gampong tertutup lumpur

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
FOTO BEBERAPA WAKTU YANG LALU - HIBUR ANAK-ANAK : Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, menghibur anak-anak korban banjir di kabupaten tersebut. Saat ini, tanah lumpur masih mengubur rumah warga di Pidie Jaya 
Ringkasan Berita:
  • Sibral Malasyi MA memaparkan, bahwa Pidie Jaya diterjang banjir empat kali secara berulang sehingga menyebabkan 18 gampong tertutup lumpur
  • Direktur Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP RI, Imran, Jumat (8/5/2026), mengatakan, Pemerintah Pusat tidak ingin proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lambat ataupun stagnan
  • Sibral Malasyi mengapresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat yang dinilai menjadi energi baru bagi daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA memaparkan, bahwa Pidie Jaya diterjang banjir empat kali secara berulang sehingga menyebabkan 18 gampong tertutup lumpur. 

Hal itu disampaikan Bupati Pidie Jaya saat rapat dengan Direktur Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP RI, Dr Drs Imran MSi di ruang Setdakab setempat, Jumat (8/5/2026).

Imran melakukan kunjungan kerja (kunker) sebagai langkah mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi atau rehab rekon pascabencana di Aceh, dilakukan Pemerintah Pusat. 

Selain itu, memperkuat sinergi antara dukungan pemerintah terhadap pembangunan pada kawasan terdampak, hingga melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas lambannya proses rehab rekon di Pidie Jaya.

Hadir Satgas PRR, Kombes Pol Suwinto dan Satgas PRR, Kolonel Inf Feksi D Angi, Forkopimda Pidie Jaya, Sekda dan kepala SKPK. 

Direktur Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP RI, Imran, Jumat (8/5/2026), mengatakan, Pemerintah Pusat tidak ingin proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lambat ataupun stagnan.

Menurutnya, pemerintah meminta seluruh persoalan di lapangan segera diinventarisasi secara detail, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. 

“Kami hadir untuk memastikan seluruh program pusat benar-benar berjalan di daerah. Semua kendala harus segera dibuka dan diselesaikan bersama, agar masyarakat tidak terus menunggu kepastian,” tegasnya. 

Imran juga menyoroti pentingnya koordinasi aktif antara pemerintah kabupaten dan pusat, termasuk percepatan pelaporan data rumah rusak, persoalan lahan, hingga hambatan teknis lainnya.

Menurutnya, dalam penanganan bencana, pemerintah pusat tetap mendorong percepatan sejumlah program prioritas di Pidie Jaya. 

Antara lain rehabilitasi Irigasi Cubo- Trienggadeng, pembangunan bendungan di Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua. Kecuali itu, rehabilitasi kawasan permukiman terdampak.  

Menurut Imran, seluruh program tersebut segera dieksekusi agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Sebab, Pemerintah Pusat dan daerah diharapkan sinergi yang semakin kuat dapat mempercepat pemulihan kawasan terdampak, memperkuat pembangunan perumahan dan pedesaan.

" Juga harus menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat Pidie Jaya secara berkelanjutan," ujarnya.(naz)

Ancaman Krueng Meureudu

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengapresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat yang dinilai menjadi energi baru bagi daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. 

Kata Sibral, saat ini terdapat sejumlah kendala administrasi dan penyesuaian internal pemerintahan yang berdampak pada keterlambatan beberapa program.

Namutn, ia memastikan seluruh jajaran kini diperintahkan bekerja maksimal mengawal seluruh program pusat dan provinsi. 

“Kami berharap kehadiran Pemerintah Pusat membawa kemudahan dan percepatan bagi penyelesaian seluruh persoalan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah siap mendukung penuh seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.

Bupati Sibral juga menyorot kondisi Krueng Meureudu yang terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Pidie Jaya. Bencana susulan telah terjadi empat kali, yang menyebabkan lumpur silih berganti masuk ke permukiman warga di 18 gampong, yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut. 

Meski Pemkab Pidie Jaya sudah beberapa kali melakukan pembersihan lumpur, kondisi tersebut terus berulang akibat tanggul sementara yang dibangun menggunakan pasir kembali amblas diterjang arus.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved