Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Terhubung Melalui Jembatan Perintis Garuda, Warga Dua Desa di Aceh Tamiang Gelar Syukuran

Warga dua desa, Sekerak Kiri dan Bandarmahligai, Aceh Tamiang membuat syukuran atas terbangunnya jembatan gantung perintis garuda.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
MENYEBERANG - Seorang ibu beserta anak-anak memanfaatkan jembatan gantung perintis garuda menyeberang dari Sekerak Kiri ke Bandarmahligai, Aceh Tamiang. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Sekerak Kiri dan Bandarmahligai, Aceh Tamiang menggelar syukuran atas pembangunan jembatan gantung perintis garuda yang menghubungkan kedua desa.
  • Jembatan sepanjang 280 meter yang dibangun Kodim 0117/Atam ini memudahkan aktivitas warga yang sebelumnya harus menyeberang sungai menggunakan getek atau perahu.
  • Dandim Raden Subhi Fitra Jaya menyebut jembatan tersebut layak dilalui sepeda motor dan dibangun untuk melayani sekitar 893 keluarga di dua desa.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Warga dua desa, Sekerak Kiri dan Bandarmahligai, Aceh Tamiang membuat syukuran atas terbangunnya jembatan gantung perintis garuda.

Syukuran ini diadakan warga di sisi bagian Bandarmahligai dengan melibatkan unsur Forkopimda pada Jumat (8/5/2026) kemarin. Makanan khas Tamiang disediakan warga untuk menjamu para tamu.

“Kami sangat bersyukur, karena gak harus mutar lagi,” kata Lisa, warga Bandaramahligai, Minggu (10/5/2026).

Lisa mengatakan selama ini belum tersedia fasilitas jembatan dari Bandarmahligai ke Sekerak Kiri. Padahal mobilisasi antar-dua desa ini sangat tinggi.

“Rata-rata warga Bandarmahligai punya kebun di Sekerak Kiri, sementara orang Sekerak Kiri sekolahnya di sini (Bandarmahligai),” terangnya.

Sebelum banjir bandang melanda 26 November 2025, warga kedua desa memanfaatkan dermaga tradisional untuk menyeberang menggunakan getek atau perahu.

Baca juga: Jagung & Kolam Ikan Mulai Digarap di Bukitrata, Kodim Aceh Tamiang Bidik Penuhi Pasokan Pangan Lokal

Saat ini kondisi dermaga sudah tidak layak karena sudah sangat curam.

“Kalau orang yang sudah tua sudah pasti gak berani, salah-salah bisa masuk ke sungai,” ungkapnya.

Jembatan gantung perintis garuda ini merupakan program yang dijalankan Kodim 0117/Atam atas perintah langsung Presiden RI melalui KSAD.

Jembatan di Bandarmahlgai ini merupakan yang kedua dibangun TNI di Aceh Tamiang.

“Sebelumnya sudah selesai dibangun jembatan pertama di Lubuksidup,” kata Dandim 0117/Atam Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya.

Subhi menyebut jembatan kedua ini salah satu jembatan gantung terpanjang di Indonesia karena membentang sepanjang 280 meter.

Baca juga: Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana

Proses Pembangunan jembatan ini diakuinya memenuhi kelayakan kepadatan penduduk di dua desa yang mencapai 893 keluarga.

“Atas pertimbangan ini lebar jembatan dilebihkan menjadi 1,2 meter,” ungkapnya.

Meski begitu pihaknya tetap menyarankan muatan jembatan dibatasi masing-masing tiga orang. Konstruksi jembatan ini juga layak dilalui sepeda motor. (mad)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved