Balap Liar
Satlantas Polresta Banda Aceh Bubarkan Balap Liar di Ulee Lheue Tengah Malam
Satlantas Polresta Banda Aceh menertibkan sekelompok anak-anak yang melakukan aksi balap liar di kawasan Ulee Lheue...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Satlantas Polresta Banda Aceh membubarkan aksi balap liar di kawasan Ulee Lheue pada Sabtu (9/5/2026) malam setelah menerima laporan warga melalui Call Center 110.
- Petugas menemukan sekitar 10 sepeda motor bermasalah, seperti menggunakan knalpot brong dan tanpa TNKB sesuai aturan.
- Polisi juga mengimbau remaja tidak melakukan balap liar serta meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hari.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satlantas Polresta Banda Aceh menertibkan sekelompok anak-anak yang melakukan aksi balap liar di kawasan Ulee Lheue, Sabtu (9/5/2026) sekira pukul 23.00 WIB tengah malam. Penertiban ini dilaksanakan usai pihak Kepolisian mendapat laporan dari masyarakat melalui Call Center 110.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lantas, Kompol Mawardi menyebutkan, petugas menemukan setidaknya 10 unit sepeda motor bermasalah, di antaranya knalpot brong, tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau tidak sesuai dengan aslinya.
“Daerah Ulee Lheue ada sekelompok anak-anak melaksanakan balap liar, dan langsung kita bubarkan,” ujar Kompol Mawardi.
Pihaknya meminta agar sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis harus distandarkan kembali. “Kita juga berpesan agar anak-anak tidak melakukan balap liar atau kumpul kumpul tengah malam, sehingga dapat mengganggu masyarakat lain,” harap Kompol Mawardi.
Di sisi lain, Satlantas Polresta Banda Aceh terus menggencarkan program Polisi Saweu Sikula. Polri berharap dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan generasi muda, serta menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih aman bagi semua pengguna.
Baca juga: Sambangi Polresta Banda Aceh, Darwati Kawal Kasus Kekerasan Bayi di Daycare
Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi tentang penggunaan helm SNI, kelengkapan kendaraan, dan etika berkendara yang aman, guna mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para siswa, khususnya saat berangkat dan pulang dari sekolah.
“Serta mendorong siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Kompol Mawardi.
Sementara orang tua, diimbau harus bertindak tegas membatasi lingkungan remaja, memberikan pengawasan ekstra terhadap penggunaan fasilitas pribadi, serta perlu melakukan pengawasan jam malam untuk melakukan antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dan orang tua juga harus mampu mendeteksi kendaran anak yang terlibat melakukan balap liar seperti, menggunakan knalpot bising, menghilangkan onderdil standar, hingga menggunakan atribut identitas balap liar," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aksi-balap-liar-di-kawasan-Ulee-Lheue-0905-ditertibkan.jpg)