Abdya
Kader NU Apresiasi Kebijakan Bupati Safaruddin Tak Berlakukan Desil di RSUD-TP Abdya
Kader Nahdlatul Ulama (NU) Tgk Puri memberikan apresiasi atas kebijakan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin yang meniadakan desil...
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Kader Nahdlatul Ulama (NU) Tgk Puri mengapresiasi kebijakan Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, yang meniadakan pembatasan desil dalam layanan JKA di RSUD Teungku Peukan.
- Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan akses kesehatan tanpa hambatan administratif.
- Ia berharap kebijakan pro-rakyat terus dipertahankan dan diperluas ke sektor penting lainnya demi kesejahteraan warga Abdya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Tgk Puri memberikan apresiasi atas kebijakan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin yang meniadakan desil dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) kabupaten setempat.
Menurutnya, kebijakan Bupati Safaruddin untuk melepaskan belenggu data desil dalam layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) bukan sekadar aturan administratif, melainkan manifestasi kasih sayang seorang pemimpin yang tak ingin melihat rakyatnya menderita karena keterbatasan biaya.
"Langkah yang diambil oleh Bupati Safaruddin adalah sikap yang sangat layak diapresiasi. Sebab, akses kesehatan melalui JKA merupakan hak dasar yang tidak boleh terhambat oleh sekat-sekat administratif atau status ekonomi tertentu," kata Tgk Puri, Minggu (10/5/2026).
Ia menyebutkan, fokus utama dalam kehidupan masyarakat adalah kesehatan dan pendidikan, baik itu pendidikan agama maupun formal, serta penguatan ekonomi di sektor pertanian dan perdagangan.
Tgk Puri menjelaskan beberapa poin krusial mengapa kebijakan berobat tanpa desil ini dianggap sangat strategis bagi warga Abdya, yakni kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sebagian besar masyarakat sedang sulit.
"Menghapus syarat desil dalam layanan kesehatan di RSUD-TP memberikan napas lega bagi warga yang terjepit masalah finansial," ujarnya.
Kemudian keadilan sosial, dengan tidak melihat desil dalam layanan JKA, pemerintah daerah menunjukkan kehadirannya bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa pilih kasih.
"Prioritas Utama kesehatan adalah fondasi awal. Jika masyarakat sehat, maka sektor lain seperti pertanian, perdagangan, dan pendidikan akan berjalan dengan baik," ucapnya.
Langkah Bupati Safaruddin dianggap sebagai keputusan yang sangat tepat sasaran.
Baca juga: Harga Emas di Abdya Tak Bergerak, Segini Pasaran 10 Mei 2026
Kader NU Abdya ini berharap kebijakan pro-rakyat seperti ini dapat terus dipertahankan dan diperluas ke sektor-sektor krusial lainnya demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Abdya.
"Di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak menentu, langkah Bupati untuk tidak kaku pada data desil adalah solusi nyata bagi masyarakat. Ini adalah wujud kepedulian pemimpin terhadap kondisi riil umat saat ini," pungkas Tgk Puri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Puri-Kader-NU-Abdya-2026.jpg)