Info Haji Aceh
Rp 9,2 Juta per Jamaah Haji, Dana Wakaf Baitul Asyi Mulai Dibagikan
Hari ini jamaah haji Aceh sudah mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi, sebesar 2.000 riyal untuk setiap jamaah Aceh, tadi diawali oleh kloter 2
Ringkasan Berita:
- Tahun ini setiap jamaah haji asal Aceh kembali menerima dana wakaf Baitul Asyi atau Wakaf Habib bin Bugak sebesar 2.000 riyal Saudi
- Pembagian dana tersebut mulai dilakukan pada Minggu (10/5/2026) setelah shalat Ashar di Hotel Burj Al Wahda, Mekkah, tempat jamaah haji asal Aceh menginap
- Saat ini sebanyak 1.964 jamaah haji Aceh sudah berada di tanah suci. Mereka tergabung dalam kloter 1 hingga 5
Hari ini jamaah haji Aceh sudah mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi, sebesar 2.000 riyal untuk setiap jamaah Aceh, tadi diawali oleh kloter 2. DARWIN, Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tahun ini setiap jamaah haji asal Aceh kembali menerima dana wakaf Baitul Asyi atau Wakaf Habib bin Bugak sebesar 2.000 riyal Saudi. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya mencapai Rp 9,2 juta. Pembagian dana tersebut mulai dilakukan pada Minggu (10/5/2026) setelah shalat Ashar di Hotel Burj Al Wahda, Mekkah, tempat jamaah haji asal Aceh menginap. Penerima pertama adalah jamaah Kloter 2 yang berjumlah 393 orang, terdiri atas jamaah asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
Informasi tersebut disampaikan Kasubag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, kepada Serambi tadi malam. Ia mengatakan, pembagian dana Baitul Asyi sudah dimulai dan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan untuk kloter lainnya.
Jamaah Kloter 2 menjadi kelompok pertama yang menerima dana wakaf tersebut. Dana sebesar 2.000 riyal diserahkan langsung oleh Syeikh Dr Abdul Latif Baltou (sering disapa Syeikh Baltu), selaku nazir Wakaf Baitul Asyi di Mekkah.
Darwin menjelaskan, pada hari-hari berikutnya dana akan terus disalurkan kepada jamaah Kloter 3, 4, dan 5 yang saat ini sudah berada di Kota Mekkah. Sementara kloter lainnya masih terus berdatangan setiap harinya. Katanya, seluruh jamaah nantinya juga akan menerima dana tersebut sesuai jadwal yang ditentukan pihak Nazir Wakaf.
Sedangkan jamaah Kloter 1 masih berada di Kota Madinah. Kloter pertama Aceh tergabung dalam gelombang pertama pemberangkatan sehingga mereka mendarat di Madinah. Berbeda dengan kloter lainnya yang mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah.
Darwin mengatakan, seluruh kloter akan mendapatkan jadwal pembagian dana Wakaf Baitul Asyi yang diatur langsung oleh pihak Nazir Wakaf. Jadwal tersebut harus dikoordinasikan dengan petugas haji dan pihak hotel agar pembagian berlangsung tertib.
Jumlah dana sebesar 2.000 riyal yang diterima jamaah tahun ini sama seperti tahun lalu. Namun karena adanya perubahan nilai tukar rupiah, jika tahun lalu nilainya sekitar Rp 8,7 juta, maka tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp 9,2 juta. Tahun ini jamaah asal Aceh sebesar 5.426 orang, maka ditotalkan secara keseluruhan dana Baitul Asyi yang dibagikan sebesar 10,8 juta riyal atau sekitar Rp 50 miliar.
Para jamaah diharapkan dapat menggunakan dana Wakaf Habib Bugak tersebut dengan sebaik-baiknya dan memberi manfaat selama berada di Tanah Suci. Selain dana wakaf, jamaah haji asal Aceh juga menerima dana living cost atau biaya hidup seperti jamaah haji Indonesia lainnya. Jumlahnya mencapai 750 riyal Saudi atau sekitar Rp 3,4 juta yang sudah diserahkan saat jamaah masuk ke Asrama Haji Embarkasi Aceh. Dana living cost tersebut diberikan langsung oleh petugas kepada jamaah saat pertama kali memasuki Asrama Haji Aceh. Dengan demikian, tahun ini jamaah haji asal Aceh menerima total dana sekitar 2.750 riyal Saudi atau setara Rp 12,5 juta per orang saat berada di Tanah Suci.
Sejarah
Di atas tanah wakaf Habib bin Bugak Al-Asyi Aljawi itu kini sudah berdiri sejumlah hotel berbintang, tempat para jamaah haji dan umrah menginap. Beberapa hotelnya adalah Hotel Elaf Masyair dan Hotel Ramada. Hasil pengelolaan aset tersebut kemudian dibagikan setiap musim haji kepada jamaah haji asal Aceh. Sosok sang pewakaf sendiri masih misteri. Ada yang menyebut sosok murah hati itu adalah Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi yang makamnya di Pante Sidom, Bireuen, dan saat ini banyak diziarahi masyarakat Aceh. Namun, ada pula akademisi yang tak setuju dengan klaim itu, yang juga disertai dengan argumentasi yang kuat. Terlepas siapa pun pewakafnya, hasilnya sudah dinikmati jamaah haji asal Aceh sejak beberapa tahun silam.(mun)
1.964 Jamaah Sudah di Tanah Suci
Saat ini sebanyak 1.964 jamaah haji Aceh sudah berada di tanah suci. Mereka tergabung dalam kloter 1 hingga 5. Jamaah Kloter 1 saat ini berada di Kota Madinah, sedangkan jamaah Kloter 2, 3, 4, dan 5 sudah berada di Kota Mekkah. Pagi ini, Senin (10/5/2026) sekitar pukul 08.40 WIB, maskapai Garuda Indonesia kembali menerbangkan 391 jamaah Kloter 6 yang didominasi jamaah asal Aceh Tenggara dan Aceh Utara dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Kasubag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin mengatakan, jamaah kloter hanya berjumlah 391 orang, karena terdapat dua kursi kosong atau open seat. Hal itu terjadi setelah satu jamaah meninggal dunia sebelum keberangkatan dan satu jamaah lainnya menunda keberangkatan karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.
Namun karena waktu keberangkatan sudah sangat dekat, kursi kosong tersebut tidak dapat digantikan jamaah lain karena tidak cukup waktu untuk proses penerbitan visa oleh Kedutaan Besar Arab Saudi.
Di Asrama Haji Aceh, hari ini juga akan mulai masuk jamaah Kloter 7 untuk menjalani proses administrasi dan karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka berasal dari Aceh Timur, Pidie, Banda Aceh dan Aceh Utara.
Proses pemberangkatan jamaah haji Aceh dari Asrama Haji Embarkasi Aceh akan terus berlangsung setiap hari hingga 20 Mei 2026 mendatang. Setiap harinya akan ada jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci dan ada pula jamaah dari berbagai daerah di Aceh yang memasuki asrama haji di Banda Aceh.(mun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dana-Wakaf-Baitul-Asyi-Mulai-Dibagikan.jpg)