Senin, 11 Mei 2026

Timur Tengah

Serangan Drone FPV Hizbullah Hantam Iron Dome, IDF Akui Kewalahan

Kelompok militan Lebanon, Hezbollah, merilis rekaman serangan drone First-Person View (FPV) yang diklaim berhasil menghantam

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/telegram
Baterai Iron Dome Israel rusak dihantam droen Hizbullah 

Ringkasan Berita:
  • Video yang dirilis pada Minggu malam itu memperlihatkan drone FPV bermanuver rendah hingga mencapai sasaran.
  • Hingga kini, IDF belum mengeluarkan pernyataan resmi.
  • Namun secara informal, sejumlah sumber militer Israel tidak membantah keaslian rekaman tersebut. “Visualnya berbicara sendiri,” ujar salah satu sumber.

 

SERAMBINEWS.COM - Ancaman drone murah namun mematikan kembali mengguncang garis pertahanan Israel. 

Kelompok militan Lebanon, Hezbollah, merilis rekaman serangan drone First-Person View (FPV) yang diklaim berhasil menghantam baterai sistem pertahanan udara Iron Dome di perbatasan utara Israel.

Video yang dirilis pada Minggu malam itu memperlihatkan drone FPV bermanuver rendah hingga mencapai sasaran.

Hingga kini, IDF belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Namun secara informal, sejumlah sumber militer Israel tidak membantah keaslian rekaman tersebut. “Visualnya berbicara sendiri,” ujar salah satu sumber.

Diduga, insiden itu terjadi beberapa hari sebelumnya.

Hizbullah kemungkinan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dan mengedit rekaman sebelum mempublikasikannya sebagai bagian dari perang informasi.

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Pupus, Selat Hormuz Masih Tegang

Serangan ini menyoroti kelemahan serius Israel dalam menghadapi drone FPV, jenis drone yang dioperasikan manual oleh pilot jarak jauh dan kerap menggunakan kabel atau metode khusus untuk mengelabui sistem pengacauan serta pelacakan elektronik. 

Teknologi sederhana namun adaptif ini membuat sistem canggih militer Israel kesulitan merespons secara efektif.

Dalam kunjungan The Jerusalem Post ke Lebanon selatan pekan lalu, pejabat senior IDF mengungkapkan sejumlah program percontohan untuk meningkatkan deteksi dan penembakan drone FPV.

Namun mereka mengakui, militer masih berusaha mengejar ketertinggalan di lapangan.

Sejak 2024, IDF memang mencatat peningkatan dalam menembak jatuh drone konvensional. Namun FPV, yang popularitasnya melonjak dalam perang Rusia-Ukraina, telah menjadi tantangan baru yang jauh lebih sulit ditangani.

Peringatan keras sebelumnya juga datang dari mantan Kepala Pertahanan Udara Israel, Ran Kochav.

Pada pertengahan Maret lalu, ia menilai IDF belum cukup serius melindungi sistem-sistem vital seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved