Senin, 11 Mei 2026

Penghargaan

Dua Akademisi Aceh Borong Penghargaan Internasional di Thailand

Dua akademisi asal Aceh sukses mengharumkan nama Indonesia di forum internasional setelah meraih dua penghargaan bergengsi Best

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Dua akademisi asal Aceh sukses mengharumkan nama Indonesia di forum internasional setelah meraih dua penghargaan bergengsi Best Paper Award pada ajang The 12th National and International Conference of Education (NICE 2026) yang digelar di Phuket, Thailand, pada 7–8 Mei 2026. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua akademisi asal Aceh sukses mengharumkan nama Indonesia di forum internasional setelah meraih dua penghargaan bergengsi Best Paper Award pada ajang The 12th National and International Conference of Education (NICE 2026) yang digelar di Phuket, Thailand, pada 7–8 Mei 2026.

Penghargaan tersebut diraih Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan IPS Universitas Syiah Kuala, Dr Muhammad Aulia S.Pd., M.TESOL., M.A., bersama mahasiswi doktoralnya, Ulfah Irani Z S.Pd., M.Pd. Keduanya berhasil unggul di tengah persaingan lebih dari 50 karya ilmiah dari berbagai negara.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa gagasan dan riset pendidikan dari Aceh mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat global. Dr Muhammad Aulia meraih penghargaan melalui riset tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa.

Baca juga: Energi Global Kacau, Indonesia Jangan Terjebak Ilusi “Aman”

“Penelitian tersebut menyoroti bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif, personal, dan adaptif bagi generasi digital,” kata Aulia, Senin (11/5/2026). Menurutnya, riset itu dinilai menawarkan solusi konkret bagi transformasi pendidikan modern di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.

Sementara itu, Ulfah Irani Z memperoleh penghargaan lewat kajian mengenai pendidikan berkelanjutan dalam pendidikan vokasi. Dosen STMIK Indonesia Banda Aceh tersebut menekankan pentingnya sistem pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan, kepedulian lingkungan, inovasi sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan industri masa depan.

Penelitian tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan global saat ini, ketika dunia pendidikan dan industri diarahkan menuju pembangunan berkelanjutan.

Konferensi internasional bertema “Beyond Regeneration: Transformative Pathways for Future Learning” ini diikuti akademisi dan peneliti dari berbagai negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, China, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Seluruh karya ilmiah yang dipresentasikan dinilai secara independen oleh panel pakar dari berbagai perguruan tinggi dunia.

Keberhasilan dua akademisi Aceh meraih penghargaan tertinggi ini sekaligus menegaskan bahwa riset Indonesia memiliki daya saing kuat di tingkat internasional, khususnya dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan keberlanjutan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved