Selasa, 12 Mei 2026

Berita Aceh Barat Daya

Turun Langsung Ke Sekolah, DPMP4 Abdya Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

pencegahan kekerasan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan semua pihak

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
KEKERASAN TERHADAP ANAK - Pemateri daei DPMP4 Aceh Barat Daya (Abdya) sedang sosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak di SD Negeri 6 Jeumpa, Selasa (12/5/2026). 
Ringkasan Berita:DPMP4 Aceh Barat Daya menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SD Negeri 6 Jeumpa untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru.
 
Kegiatan ini memberikan edukasi tentang bentuk kekerasan, pencegahan, serta pentingnya keberanian melapor jika terjadi kasus.
 
Pemkab Abdya menargetkan sosialisasi serupa digelar bertahap di seluruh sekolah dari TK hingga SMA.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan (DPMP4) terus berupaya melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak di kabupaten setempat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SD Negeri 6 Jeumpa, Kabupaten Abdya, Selasa (12/5/2026). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PPPA DPMP4 Abdya, Julisna SE, serta menghadirkan narasumber yang memberikan edukasi terkait bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, upaya pencegahan, hingga langkah penanganan apabila terjadi kasus kekerasan.

Baca juga: Buka MTQ Tingkat Kecamatan Setia, Plt Sekda Abdya Ajak Masyarakat Dukung Syiar Islam

Julisna mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para siswa, guru, serta lingkungan sekolah tentang pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun perundungan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak agar memahami hak-hak mereka serta berani melapor apabila mengalami atau melihat tindakan kekerasan di lingkungan sekitar,” ujar Julisna.

Selain itu, sambungnya, sosialisasi tersebut juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. 

Baca juga: Pergub JKA Belum Dicabut, Aliansi Rakyat Aceh Dirikan Posko Perjuangan di Kantor Gubernur

Edukasi perlindungan anak menjangkau seluruh sekolah

Menurut Julisna, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak dapat lebih memahami cara melindungi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun karakter yang positif sejak dini,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bertahap di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Abdya, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Kami ingin edukasi tentang perlindungan anak ini bisa menjangkau seluruh sekolah, sehingga upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat dilakukan secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Aksi Heroik Handayani, ASN Agara Bantu Persalinan Bayi Kembar di Mobil saat Berada Tol Sibanceh

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved