Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bireuen

22 Sekolah Terdampak Banjir di Bireuen Direvitalisasi

Dari puluhan sekolah terdampak banjir 22 di antaranya mendapatkan program revitalisasi program pemerintah dengan anggaran pemerintah pusat.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Tinjau – Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd, Senin (11/5/2026) meninjau SMAN 1 Peulimbang, Bireuen salah satu sekolah terdampak banjir dan sedang dilakukan revitalisasi. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dalam musibah banjir menerjang Bireuen puluhan sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB terdampak banjir, ada bangunan rusak berat, tertimbun lumpur maupun dampak lainnya.

Dari puluhan sekolah terdampak banjir 22 di antaranya mendapatkan program revitalisasi program pemerintah dengan anggaran pemerintah pusat.

Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd saat monitoring revitalisasi SMAN 1 Peulimbang Bireuen, Senin (11/5/2026)  mengatakan, 22 sekolah mendapat program revitalisasi yang sejak beberapa waktu lalu sedang dikerjakan, pekerjaan secara umum sudah mencapai 50 persen lebih.

“Saat ini lagi dilakukan revitalisasi lewat program pemerintah dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dengan besaran anggaran bervariasi,” ujarnya.

Adapun sekolah  yang sedang direvitalisasi yaitu SMAN 1 Gandapura, SMAN 1 Makmur, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMAN 2 Kutablang, SMAN 1 Peusangan Selatan,
SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan. Selanjutnya, SMAS Al Furqon, SMKN 1 Peusangan, SMAN 3 Peusangan, SMAN 1 Jangka, SMAN 1 Peulimbang, SMKN 1 Jeumpa, SMKN 1 Jeunieb, SMAS Nurul Islam, SMKS Kesehatan Muhammadiyah, SMAN 1 Samalanga, SMAN 2 Samalanga, SMAS Muslimat, SMAS Al Hanafiyah, SMKS Al Hidayah, SLB YTC Kutablang, rincinya.

Abdul Hamid juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan juga berharap kepada sekolah sebagai tim pelaksana untuk terus memonitor pekerjaan revitalisasi ini harus selesai di bulan Juni atau awal Juli 2026 mendatang.

Sehingga tahun ajaran baru semua gedung sudah bisa difungsikan lagi dan siswa dan guru sudah bisa menempati ruangan baru.

Sedangkan alat-alat praktik siswa di laboratorium telah diusulkan kemungkinan besar menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD), sebut Kacabdin. (*)

Baca juga: Bus Putra Pelangi Terjun ke Areal Sawah di Peudada, Ini Penyebabnya

Baca juga: Mantap! Perumdam Tirta Abdya Gunakan Anggaran Sendiri Buka Jaringan Pipa Baru di Manggeng

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved