Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Aspal Ditinggikan, Genangan Air di Jalan Dua Jalur Gunung Merih Berpindah

Jalan tak lagi berlubang serta digenangi air ketika hujan turun. Namun, di sisi lain peninggian aspal badan jalan menyebabkan genangan air berpindah.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
GENANGAN AIR: Sepeda motor melewati genangan air di jalan dua jalur Gunung Meriah, perbatasan Tanah Bara dengan Lale Butar, Aceh Singkil, Rabu (13/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Peninggian aspal badan jalan dua jalur di Gunung Meriah, Aceh Singkil, berhasil mengatasi masalah jalan berlubang dan genangan air saat hujan.
  • Namun, peninggian aspal tanpa diikuti pembangunan saluran drainase yang memadai menyebabkan genangan air berpindah ke ujung jalan. 
  • Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan & pengunjung kios kuliner di sekitar lokasi.
  • Pembuatan saluran pembuangan air permanen sangat penting agar genangan tak lagi mengganggu pengguna jalan maupun warga.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Peninggian aspal badan jalan dua jalur Gunung Meriah di perbatasan Tanah Bara dengan Lae Butar, Kabupaten Aceh Singkil, memberikan solusi.

Jalan tak lagi berlubang serta digenangi air ketika hujan turun.

Namun, di sisi lain peninggian aspal badan jalan menyebabkan genangan air berpindah.

Kondisi itu terjadi lantaran peninggian badan jalan tak dibarengi dengan pembuatan saluran drainase atau saluran pembuangan air yang baik.

Berdasarkan pantauan Serambinews.com, Rabu (13/5/2025) genangan air berpindah ke ujung aspal yang ditinggikan.

Hal tersebut menimbulkan ketidak nyamanan bagi pengguna jalan serta pengunjung yang hendak membeli kuliner di lokasi.

Maklum, genangan air bergeser tepat ke depan salah satu kios kuliner.

Jika dibiarkan air menggenang lama, maka dipastikan merusak aspal jalan.

Oleh karena itu, saluran pembuangan air di lokasi penting diperhatikan.

Agar ketika hujan turun, tak terjadi genangan air yang menggangu pengguna jalan dan membuat ketidak nyamanan warga sekitar.

Sejauh ini, saluran drainase hanya bersifat sementara dengan melubangin pembatas median jalan.

Selanjutnya, air mengalir ke badan jalan yang ada di sisi sebalahnya.(*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved