Sabtu, 16 Mei 2026

Info Haji Aceh

2 Jamaah Kloter 9 Gagal Berangkat Dirujuk ke RSUDZA karena Sakit

Kalau kondisi kesehatan membaik, maka akan diberangkatkan bersama dengan kloter 14 nanti atau kloter terakhir Aceh. Darwin

Tayang:
Editor: mufti
For Serambinews.com
ILUSTRASI -- JAMAAH HAJI 
Ringkasan Berita:
  • 391 jamaah Kloter 9 asal Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya bertolak ke Jeddah, Kamis (14/5/2026) sore
  • Dua jamaah asal Aceh Selatan tersebut mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sebelumnya, mereka memang baru saja menempuh perjalanan darat dari Tapaktuan menuju Banda Aceh
  • Satu jamaah dari Kloter 4 juga ditunda keberangkatannya dan dirujuk ke RSUDZA, karena mengalami penurunan kesehatan sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh

Kalau kondisi kesehatan membaik, maka akan diberangkatkan bersama dengan kloter 14 nanti atau kloter terakhir Aceh. Darwin, Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tepat saat 391 jamaah Kloter 9 asal Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya bertolak ke Jeddah, Kamis (14/5/2026) sore, dua jamaah lainnya terpaksa tertinggal di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Kondisi kesehatan yang menurun membuat Muhammad Waita (62) dan Ilyas Nanyek Muhammad (88) harus dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, sehingga keberangkatan mereka ditunda.

Pada Rabu (13/5/2026) malam, saat memasuki Asrama Haji Aceh, dua jamaah asal Aceh Selatan tersebut mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sebelumnya, mereka memang baru saja menempuh perjalanan darat dari Tapaktuan menuju Banda Aceh.

Saat tiba di asrama, hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya harus mendapatkan penanganan medis. Akhirnya, dua jamaah tersebut, Muhammad Waita dan Ilyas Nanyek Muhammad, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dokter Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kemarin, saat rekan-rekan satu kloternya meninggalkan Aceh, kedua jamaah ini masih menjalani penanganan medis.

Informasi tersebut disampaikan oleh Afrizal, Kepala Bidang Dokumen PPIH Embarkasi Banda Aceh dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (14/5/2026). Ia mengatakan, dua jamaah tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun.

Sebelumnya, satu jamaah dari Kloter 4 juga ditunda keberangkatannya dan dirujuk ke RSUDZA, karena mengalami penurunan kesehatan sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh.

Saat ini, secara keseluruhan terdapat delapan open seat dari Embarkasi Aceh. Tiga jamaah dirujuk ke RSUDZA saat masuk asrama haji, sedangkan lima jamaah lainnya ditunda keberangkatannya sebelum masuk asrama, karena meninggal dunia dan sakit parah. Sehingga tidak memungkinkan lagi digantikan oleh jamaah lain dalam waktu yang tersisa.

Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin menyampaikan, jamaah yang saat ini kondisinya belum membaik masih terus dipantau dan masih berpeluang diberangkatkan bersama Kloter 14 atau kloter terakhir. “Kalau kondisi kesehatan membaik, maka akan diberangkatkan bersama dengan kloter 14 nanti atau kloter terakhir Aceh,” ujar Darwin.

Hingga kemarin, sebanyak 3.529 jamaah haji Aceh dari sembilan kloter telah meninggalkan Aceh menuju tanah suci. Proses pemberangkatan akan terus berlangsung hingga Rabu 20 Mei mendatang.

Dalam keterangan kepada wak media, Afrizal juga mengingatkan para jamaah agar menjaga paspor dengan baik selama berada di asrama haji maupun di tanah suci, agar tidak terjadi kehilangan yang dapat menyulitkan jamaah sendiri.

Selain itu, ia meminta jamaah selalu memakai gelang identitas yang diberikan petugas saat beraktivitas. Gelang tersebut merupakan identitas jamaah selain paspor dan kartu nusuk yang juga wajib selalu digunakan.

Menurutnya, jamaah tidak boleh melepas kartu nusuk karena apabila sewaktu-waktu tersesat dan ditemukan oleh petugas haji Arab Saudi, mereka akan lebih mudah dikembalikan ke hotel tempat menginap.

Ia juga mengingatkan agar jamaah yang kehilangan kartu nusuk atau dokumen lainnya segera melapor kepada petugas terkait. 

Kloter 1 menuju Madinah

Afrizal menyampaikan bahwa jamaah haji Kloter 1 Aceh asal Banda Aceh dan Aceh Besar, Kamis (14/5/2026), sudah bertolak dari Madinah menuju Makkah dengan menempuh perjalanan darat menggunakan bus. Mereka akan bergabung dengan jamaah haji lainnya di Kota Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

Kloter 1 Aceh termasuk dalam pemberangkatan gelombang pertama sehingga mendarat di Bandara Madinah. Sementara Kloter 2 dan seterusnya masuk ke gelombang kedua sehingga mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah.

Sebelumnya, jamaah Kloter 1 telah sekitar delapan hari berada di Madinah. Nantinya mereka tidak kembali lagi ke Madinah dan akan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB, jamaah haji Kloter 10 sudah memasuki Asrama Haji Aceh. Kloter ini hampir seluruhnya jamaah berasal dari Kabupaten Pidie Jaya, hanya satu jamaah asal Aceh Besar yang tergabung di dalamnya.

Setibanya di asrama haji, jamaah langsung menjalani proses administrasi seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian kartu nusuk, kartu identitas Aceh, hingga penerimaan living cost. Mereka dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada Jumat (15/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.(mun)

Jamaah Gagal Berangkat 

  • Dua jamaah asal Aceh Selatan gagal berangkat karena kondisi kesehatan menurun, sehingga hanya 391 dari 393 jamaah dari kloter 9 yang berangkat ke Jeddah.
  • Mereka dirujuk ke RSUDZA, yakni Muhammad Waita (62) dan Ilyas Nanyek Muhammad (88).
  • Jamaah yang masih dirawat berpeluang diberangkatkan bersama Kloter 14 jika kondisi membaik.
  • Hingga Kamis (14/5/2026), sebanyak 3.529 jamaah dari 9  kloter sudah berangkat ke tanah suci.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved